/
Senin, 28 Agustus 2023 | 08:45 WIB
Akun Instagram Praka RM Anggota Paspampres Terduga Pembunuh Imam Banjir Hujatan Publik: Neraka Menunggumu! (Instagram @riswandimanik)

Akun Instagram diduga milik Praka RM banjir hujatan dari netizen. Praka RM diduga sebagai pembunuh seorang warga Bireun, Aceh, Imam Masykur (25). 

Di akun Instagram @riswandimanik, sejumlah postingan foto Praka RM dibanjiri komentar pedas dari netizen. Selain memiliki akun dengan id @riswandimanik, Praka RM juga diduga memiliki akun lain yakni @riswandi.manik.16

Pada postingan akun @riswandimanik, terdapat sejumlah foto Praka RM saat berdinas menjadi anggota Paspampres.

Ada juga foto Praka RM terlihat bertelanjang dada sambil duduk memegang sebatang rokok. 

Lalu ada foto Praka RM terlihat sedang pakai pakaian dinas dan mengalukan senjata api. Postingan dari Praka RM banyak mendapat komentar pedas dari netizen. 

"Neraka menunggu mu," tulis salah satu netizen di postingan akun @riswandimanik

Praka RM anggota Paspampres diduga melakukan penculikan dan penganiayaan kepada warga Aceh.

Aksi keji Praka PM sebabkan meninggal dunia dan jasadnya ditemukan di Sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat. 

Publik dibuat geram dengan aksi Praka RM. Video saat korban dianiaya oleh terduga pelaku viral di laman sosial media. Di dalam video tersebut terlihat punggung korban dipukuli berkali-kali oleh terduga pelaku di dalam mobil. 

Baca Juga: Viral Video 10 Tahun Lalu Aura Kasih Hina Nagita Slavina Gendut, Kok Bisa Segitunya?

Pada video lain juga terlihat kondisi punggung korban yang luka berdarah-darah akibat penyiksaan yang dilakukan terduga pelaku. 

Sebelum tewas dianiaya, korban Imam Masykur sempat diculik oleh Praka RM bersama dua rekannya dari daerah Ciputat, Tangerang Selatan. 

Pelaku Minta Uang Tebusan

Menurut pengakuan dari ibu korban, Fauziah sebelum anaknya tewas mengenaskan karena mendapat siksaan dari Praka RM, Imam sempat menghubungi dirinya. 

Fauziah mengatakan bahwa pada 12 Agustus 2023, dirinya mendapat telepon dari anaknya dan meminta uang Rp50 juta agar bisa dibebaskan. 

Menurut Fauziah, ia mendapat telepon dari pelaku untuk segera mengirim uang Rp50 juta dari pukul 19:00 hingga 22:00 WIB.

"(Korban) bilang sudah ditangkap, disuruh kirim duit Rp50 juta sebagai tebusan," ucap Fauziah seperti dikutip, Senin (28/8). 

Setelah mendapat telepon tersebut, Fauziah mendapat kiriman video anaknya mengalami penyiksaan di dalam mobil. 

Imam kembali menghubungi Fauziah dan kembali meminta uang Rp50 juta sebagai tebusan. Korban meminta agar sang ibu mengirim uang karena sudah tidak tahan mendapat siksaan. 

Fauziah sempat mengatakan bahwa ia tak memiliki uang. Ia lalu mencoba menghubungi telepon anaknya dan diduga pelaku kemudian yang berbicara langsung dengan Fauziah.  

'kalau ibu sayang anak, ibu cepat-cepat kirim duit. Kalau ibu tidak kirim, anak ibu saya bunuh, saya buang (mayatnya) ke sungai," kata Fauziah menirukan kata-kata pelaku. 

Load More