/
Kamis, 07 September 2023 | 18:58 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat memimpin latihan Skuad Garuda, Senin (4/9/2023). (pssi.org)

Timnas Indonesia akan hadapi Turkmenistan di FIFA Match Day (FMD) pada Jumat 8 September 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur.

Setelah di dua FMD sebelumnya, anak asuh Shin Tae-yong itu belum pernah menang, duel esok hari jadi misi meraih hasil maksimal. 

Timnas Indonesia sebenarnya memiliki kans cukup besar untuk bisa meraih kemenangan dari Turkmenistan esok hari. 24 pemain yang dipanggil Shin Tae-yong memiliki skill dan kemampuan untuk bisa taklukan tim lawan. 

Melihat dari perfomance terakhir Turkmenistan, sebenarnya ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh Jordi Amat dkk. Turkmenistan di periode 2023 selalu tuai hasil negatif. 

Di empat pertandingan terakhir, tim berjuluk The Karakum Warriors itu hanya mampu meraih satu kali imbang dan tiga kali kalah. Tak hanya itu, pemain Turkmenistan hanya mampu mencetak 1 gol saja dari 4 laga terakhir. 

Terakhir, anak asuh Mergen Orazov itu ditekuk negeri tetangga Indonesia, Malaysia dengan skor 1-0. Selanjutnya saat mengikuti ajang CAFA Nations Cup, Turkmenistan mengalami dua kali kalah dan 1 kali imbang saat melawan Tajikistan. 

Kecepatan Pemain Turkmenistan

Salah satu kekuatan dari Turkmenistan seperti yang terlihat di laga melawan Malaysia ialah kecepatan para pemain mereka. Di menit awal pertandingan, pemain Turkmenistan akan berinisiatif menekan lini belakang lawan. 

Skemanya, bola akan terlebih dahulu dikuasai oleh dua gelandang sentral Turkmenistan, Didar Durdyyev dan Resul Hojayew. Mobilitas dua pemain ini bisa jadi ancaman bagi lini belakang. 

Baca Juga: Jelang Laga Kontra Turkmenistan, Egy Maulana Vikri Bongkar Kondisi Timnas Indonesia Tanpa Shin Tae-yong

Bola selanjutnya akan disodorkan ke sisi sayap kiri, di sana ada winger Altymyrat Annadurdiye yang juga memiliki kecepatan apik. Di sisi kanan, winger Elman Tagayev akan bahu membahu dengan Abdy Basimov untuk bongkar pertahan lawan. 

Sayangnya, meski memiliki kecepatan, Turkmenistan tidak memiliki goal getter mumpuni. Bomber mereka Ruslan Mingazov bukan mesin gol. Terbukti dari 8 laga ia hanya mampu mencetak 1 gol. 

Berkaca dari pertandingan melawan Malaysia, Turkmenistan memiliki celah di sisi sayap. Terus mengandalkan skema serangan sayap, dua pemain mereka di sektor sayap kerap tertinggal saat terjadi skema serangan balik. 

Gol Malaysia ke gawang Turkmenistan tercipta melalui proses itu. Ketidakmampuan sektor sayap Turkmenistan menutup pergerakan Akhyar Rashid membuat gawang mereka dibobol di menit ke-28. 

Tak hanya saat melawan Malaysia, lemahnya sisi sayap Turkmenistan tergambar kala mereka ditekuk Oman dua gol tanpa balas di ajang CAFA Nations Cup. 

Gol pertama Oman dicetak lewat pergerakan dari sektor sayap kanan pertahanan Turkmenistan. Terjadi skrimit pertahanan hingga akhirnya pemain Oman Abdulrahman Al Mushaifri cetak gol d menit ke-42. 

Sementara gol kedua Oman di laga itu dicetak lewat skema serangan balik cepat. Umpan panjang dilepaskan yang langsung menusuk jantung pertahan Turkmenistan, hingga sang kiper melakukan blunder. 

Timnas Indonesia memiliki kekuatan cukup di sektor sayap. Andai Shayne Pattynama bisa dimainkan, tentu saja hal ini membuat Timnas Indonesia berpeluang untuk mampu mencetak gol. 

Meski tidak ada Shayne, pemain seperti Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikri hingga Asnawi bakal jadi kartu AS untuk Timnas Indonesia membongkar lini belakang Turkmenistan. 

Sejumlah pemain yang dipanggil Shin Tae-yong jelang menghadapi Turkmenistan ialah mereka dengan kemampuan apik di sektor sayap. Ini jadi kekuatan utama Timnas Indonesia untuk bisa meraih kemenangan atas Turkmenistan esok hari. 

Load More