Shin Tae-yong (STY) ditunjuk jadi pelatih Timnas Indonesia pada 1 Januari 2020. Selama melatih tim Merah Putih, coach Shin alami pasang surut.
Kritikan belum berikan gelar yang kerap ia terima. Faktanya memang Shin Tae-yong belum berikan gelar untuk Timnas Indonesia.
Namun, di luar itu, ada perkembangan positif ia ukir bersama tim Garuda. Prestasi itu bisa dilihat dari rangking Timnas Indonesia di FIFA.
Dalam rentang waktu 2 tahun, proses perbaikan Timnas Indonesia nyata dilakukan oleh Shin Tae-yong. 'Prestasi' STY membuat rangking FIFA Timnas Indonesia terus mengalami kenaikan.
Pada September 2021, rangking Timnas ada di posisi ke-175, lalu naik menjadi posisi ke-165 pada Oktober 2021. Agustus 2022, STY bawa Timnas Indonesia duduki rangking 155.
Juli 2023, Timnas Indonesia berada di posisi ke-150 dan September 2023 berada di tempat ke-147. Artinya dalam waktu 2 tahun, STY mampu membawa Timnas Indonesia naik 28 peringkat.
Terbaru ia juga mencetak sejarah baru bagi sepak bola nasional. STY jadi pelatih pertama di sejarah Timnas Indonesia yang mampu membawa tiga tim lolos putaran final Piala Asia, tim U-20, tim U-23 dan tim senior.
Penyesalan Terbesar Shin Tae-yong
Shin Tae-yong bukan sosok sembarangan di sepak bola Korsel. Bahkan jika dibandingkan dengan eks pelatih Vietnam, Park Hang-seo, nama STY lebih dihormati publik sepak bola Korsel.
Baca Juga: Berkunjung ke Kampung Halaman Shin Tae-yong, Menikmati Keindahan Alam Sambil Makan Kepiting Salju
Sebelum menjadi pelatih, STY ialah mantan gelandang serang Timnas Korsel. Rupanya saat masih menjadi pemain, STY pernah alami masa-masa sangat sulit.
Saat bermain di level tim nasional, STY akui bahwa ia mengalami perasaan getir dan pahit. Meski terbilang cukup sukses di level klub, STY tak berdaya saat bermain untuk Timnas Korsel.
STY menyebut ada beberapa faktor yang membuatnya tampil tidak bagus bersama Korsel. Salah satunya ia satu angkatan dengan banyak legenda Korsel seperti Hong Myung-bo, Hwang Seon-hong, dan Ha Seok-ju.
"Saya berada di kondisi merasa terintimidasi di hadapan para senior-senior berbakat sepert mereka. Pada saat itu, aku hanya berpikir untuk bisa menyesuaikan diri dengan senior daripada tampail menonjol," jelasnya kepada Joynews24
"Itu sebabnya, saya sangat pasif dan berpikir bahwa saya tidak akan bisa bersinar bersama tim nasional," tambahnya.
"Itu menjadi alasan krusial mengapa saya gagal di tim nasional. Saya hanya bisa tunjukkan 20-30 persen kemampuan saya," ungkap STY.
Berita Terkait
-
Profil Andy Setyo, Pemain Senior Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2023 yang Juga Anggota TNI
-
Tetap Yakin Timnas Indonesia akan Menang, Coach Justin: Percaya Kepada Shin Tae Yong
-
Iqbal Gwijangge Pasrah Timnas Indonesia Masuk Grup Maut di Piala Dunia U-17 2023, Tapi...
-
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia U-24 Miliki Skuad Elite di Asian Games 2022, Mulai Ketar-ketir
-
2 Pemain Timnas Indonesia U-23 Disebut Layak ke Eropa, Ada Bomber Persis Solo
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini
-
Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK
-
Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz
-
Kemenko Kumham Imipas Pastikan Pelayanan Masyarakat Berjalan Optimal Saat Idul Fitri
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret
-
Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan
-
Polres Malang Perketat Pengawasan Jip Wisata Bromo Saat Lebaran 2026
-
Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste