/
Selasa, 19 September 2023 | 08:18 WIB
Laga Klasik: Kemenangan Pertama Timnas Indonesia di Asian Games, Ramang Cs Tekuk Jepang (Ist)

Timnas Indonesia U-24 bakal lakoni laga perdana grup F babak fase grup cabor sepak bola Asian Games ke-19 di Cina. Sore ini, Selasa (19/9) pukul 18:30 WIB, Timnas Indonesia hadapi Kirgistan di Zhejiang Normal University East Stadium. 

Timnas Indonesia U-24 datang ke pentas Asian Games ke-19 dengan kondisi tidak cukup baik. Anak asuh Indra Sjafri itu krisis pemain di lini depan. 

Terbaru, Timnas Indonesia U-24 tak bisa dibela oleh Ramadhan Sananta. Striker Persis Solo itu tak mendapat izin dari klub untuk bisa membela Timnas Indonesia U-24. 

Sepanjang sejarahnya, prestasi terbaik Timnas Indonesia di ajang Asian Games ialah meraih medali perunggu di Tokyo, Jepang pada 1958 setelah mengalahkan India dengan skor 4-1. 

Pada periode 1950-an, Timnas Indonesia bisa dbilang sebagai kekuatan sepak bola di Asia. Bahkan pada edisi kedua Asian Games 1954 di Manila, Filipina, timnas mampu mempecundangi Jepang. 

Di ajang Asian Games 1954, Timnas Indonesia satu grup dengan India dan Jepang. Di edisi kali ini, tim Merah Putih juga berhasil meraih kemenangan perdana. 

Anak asuh Tony Pogacknik ini cukup percaya diri untuk tampil di Manila. Sebelum keberangkatan ke Manila, Timnas Indonesia melakukan persiapan dengan sangat matang. 

Saat itu PSSI melakukan seleksi pemain di dua kota, Jakarta dan Solo. Hingga kemudian terpilih 20 pemain yang akan bela Timnas Indonesia di Asian Games 1954. 

Dari 20 nama pemain yang terpilih, ada nama-nama legenda sepak bola Indonesia mulai dari Djamiaat Dhalhar, kapten Persib era 50-an, Anas Wiradikarta, hingga legenda PSM Ramang.

Baca Juga: Prediksi Line Up Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022, Egy Maulana Vikri Jadi Striker Utama?

Jalannya Pertandingan

Timnas Indonesia melawan Jepang pada 1 Mei 1954 di Rizal Memorial Stadium, Manila. Timnas langsung menyalak di menit awal pertandingan. 

Legenda PSM, Andi Ramang sukses membobol gawang Jepang yang saat itu dikawal Watanabe pada menit ke-10. Namun 10 menit kemudian, Takashi Kano menyamakan kedudukan setelah bobol gawang R. Parengkuan. 

Namun 5 menit kemudian, Timnas Indonesia mendapat hadiah penalti setelah pelanggaran pemain Jepang. Legenda Persija, Djamiaat Dhalhar yang jadi algojo sukses membawa Timnas Indonesia kembali unggul 2-1. 

Di babak pertama, Timnas Indonesia begitu digdaya hingga membuat Jepang ketetaran. Setelah gol penalti dari Djamiaat, Timnas kembali mencetak 2 gol lagi dari winger kanan yang dijuluki Naga dari Jember, Tee San Liong. 

Tee San Liong cetak dua gol ke gawang Jepang hanya dalam tempo dua menit, 33 dan 36. Menit ke-41, Timnas Indonesia kembali mendapat hadiah penalti dan Djamiaat mampu mencetak gol keduanya. 

Load More