Timnas Indonesia U-24 bakal lakoni laga perdana grup F babak fase grup cabor sepak bola Asian Games ke-19 di Cina. Sore ini, Selasa (19/9) pukul 18:30 WIB, Timnas Indonesia hadapi Kirgistan di Zhejiang Normal University East Stadium.
Timnas Indonesia U-24 datang ke pentas Asian Games ke-19 dengan kondisi tidak cukup baik. Anak asuh Indra Sjafri itu krisis pemain di lini depan.
Terbaru, Timnas Indonesia U-24 tak bisa dibela oleh Ramadhan Sananta. Striker Persis Solo itu tak mendapat izin dari klub untuk bisa membela Timnas Indonesia U-24.
Sepanjang sejarahnya, prestasi terbaik Timnas Indonesia di ajang Asian Games ialah meraih medali perunggu di Tokyo, Jepang pada 1958 setelah mengalahkan India dengan skor 4-1.
Pada periode 1950-an, Timnas Indonesia bisa dbilang sebagai kekuatan sepak bola di Asia. Bahkan pada edisi kedua Asian Games 1954 di Manila, Filipina, timnas mampu mempecundangi Jepang.
Di ajang Asian Games 1954, Timnas Indonesia satu grup dengan India dan Jepang. Di edisi kali ini, tim Merah Putih juga berhasil meraih kemenangan perdana.
Anak asuh Tony Pogacknik ini cukup percaya diri untuk tampil di Manila. Sebelum keberangkatan ke Manila, Timnas Indonesia melakukan persiapan dengan sangat matang.
Saat itu PSSI melakukan seleksi pemain di dua kota, Jakarta dan Solo. Hingga kemudian terpilih 20 pemain yang akan bela Timnas Indonesia di Asian Games 1954.
Dari 20 nama pemain yang terpilih, ada nama-nama legenda sepak bola Indonesia mulai dari Djamiaat Dhalhar, kapten Persib era 50-an, Anas Wiradikarta, hingga legenda PSM Ramang.
Baca Juga: Prediksi Line Up Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022, Egy Maulana Vikri Jadi Striker Utama?
Jalannya Pertandingan
Timnas Indonesia melawan Jepang pada 1 Mei 1954 di Rizal Memorial Stadium, Manila. Timnas langsung menyalak di menit awal pertandingan.
Legenda PSM, Andi Ramang sukses membobol gawang Jepang yang saat itu dikawal Watanabe pada menit ke-10. Namun 10 menit kemudian, Takashi Kano menyamakan kedudukan setelah bobol gawang R. Parengkuan.
Namun 5 menit kemudian, Timnas Indonesia mendapat hadiah penalti setelah pelanggaran pemain Jepang. Legenda Persija, Djamiaat Dhalhar yang jadi algojo sukses membawa Timnas Indonesia kembali unggul 2-1.
Di babak pertama, Timnas Indonesia begitu digdaya hingga membuat Jepang ketetaran. Setelah gol penalti dari Djamiaat, Timnas kembali mencetak 2 gol lagi dari winger kanan yang dijuluki Naga dari Jember, Tee San Liong.
Tee San Liong cetak dua gol ke gawang Jepang hanya dalam tempo dua menit, 33 dan 36. Menit ke-41, Timnas Indonesia kembali mendapat hadiah penalti dan Djamiaat mampu mencetak gol keduanya.
Tag
Berita Terkait
-
Langsung Gacor usai Sembuh dari Cedera, Shayne Pattynama Bawa Viking FK Kokoh di Puncak Klasemen Liga Norwegia
-
Prediksi Line Up Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022, Egy Maulana Vikri Jadi Striker Utama?
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-24 vs Kirgistan, Menanti Taktik Garuda Muda Tanpa Sananta
-
Tanpa Ramadhan Sananta, Mampukah Indonesia Berbicara Banyak di Asian Games 2022?
-
Shin Tae-yong Ungkap Keinginan Jika Tak Lagi Jadi Pelatih Timnas Indonesia: Saya Ingin...
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
Terkini
-
Mentalitas Juara Iran, Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Futsal Indonesia
-
Seni Teater Indonesian Culture Night, dari Anak Bangsa di NTU untuk Singapura
-
Review Film Even if This Love Disappears Tonight: Ide Cerita Unik Dikemas dengan Pedih
-
Terbongkar! Kemenkes Tegas soal Pasien BPJS PBI Dinonaktifkan: Rumah Sakit Wajib Tetap Tangani
-
Prabowo dan PM Australia Teken Traktat Keamanan Bersama
-
Jelang Final Piala Asia Futsal 2027, Hector Souto: Iran yang Seharusnya Tertekan
-
Purbaya Rotasi Pegawai Pajak usai OTT KPK, Kali Ketiga dalam Sebulan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon
-
Kapten Jepang Menangis di Senayan, Akui Atmosfer Indonesia Arena Bikin Merinding