Kontrak Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia akan berakhir pada pertengahan 2024. Hingga saat ini pihak PSSI belum buka suara perihal perpanjangan kontrak pelatih asal Korsel tersebut.
Di saat yang bersamaan, kondisi tim nasional Korsel bersama pelatih Jurgen Klinsmann juga tengah memanas.
Pelatih asal Jerman itu mendapat kritik pedas dari publik sepak bola Korsel karena mengucapkan pernyataan kontroversial.
Eks pelatih Amerika Serikat itu beberapa kali mengatakan bahwa ia siap saja diganti oleh PSSI-nya Korsel, KFA. Hal ini memunculkan rumor bahwa KFA akan pecat Jurgen Klinsmann.
Selain membuat pernyataan yang menantang, catatan Klinsmann bersama Korsel juga buruk. Dari 6 laga, Korsel hanya mampu meraih 1 kemenangan.
Sejak menjabat sebagai pelatih kepala Korsel, Klinsmann tidak mampu meraih kemenangan di lima pertandingan terakhir, hanya 3 kali imbang serta alami dua kekalahan.
Catatan 6 laga baru bisa menang yang diraih Klinsmann ternyata lebih buruk dibanding milik Shin Tae-yong.
Pada 2017, Shin Tae-yong yang melatih Korsel baru bisa meraih kemenangan di pertandingan kelima. Catatan sama juga sempat dialami oleh Hong Myung-bo pada 2013.
Jurgen Klinsmann sendiri dikontrak KFA hingga 31 Juli 2026. Pihak KFA saat mengontrak Klinsmann pada 27 Februari 2023 tidak mengumumkan nilai kontrak dan gaji pelatih asal Jerman itu.
Baca Juga: Kontrak Shin Tae-yong Segera Berakhir, Ini 7 Prestasinya Bersama Timnas Indonesia
Namun jika merujuk pada catatan gaji Klinsmann saat melatih Amerika Serikat nilainya cukup fantastis.
Saat melatih Amerika Serikat dari 2011 hingga 2016, ia digaji 240ribu dollar AS atau setara Rp3 triliun, jika dikonversi ke mata uang Korsel mencapai 317juta won.
Sedangkan untuk nilai kontraknya mencapai angka 1,475 juta dollar AS. Angka ini diduga tak jauh berbeda saat KFA mengontrak Jurgen Klismann.
Jika dibandingkan dengan nilai kontrak Shin Tae-yong di Timnas Indonesia yang hanya dibayar gaji Rp1,1 miliar, bukan tidak mungkin KFA lebih memilih untuk memanggil pulang mantan pelatihnya itu dan memutus kontrak Jurgen Klismann.
Berita Terkait
-
Kontrak Shin Tae-yong Segera Berakhir, Ini 7 Prestasinya Bersama Timnas Indonesia
-
Brunei Darussalam Terancam Sanksi, Timnas Indonesia Ikutan Rugi, Kok Bisa?
-
Witan Sulaeman Dicadangkan Kontra Persik Kediri, Tenyata ini Alasan Thomas Doll
-
Mundurnya Afghanistan dan Suriah Untungkan Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022, Kok Bisa?
-
Indra Sjafri Kehilangan 3 Pemain Jelang Timnas Indonesia U-24 vs Kirgizstan di Asian Games 2022
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026