Setelah mengakhiri kontrak dengan Tokyo Verdy, Pratama Arhan dikabarkan bakal segera merapat ke klub Liga 1 Korea Selatan Suwon FC.
Kabar itu nampaknya bukan isapan jempol semata, pasalnya pihak Suwon FC disebut telah mencapai kesepakatan dengan pria kelahiran 2001 itu.
Menurut laporan media Korea Selatan, Sport Chosun, detail pengumuman itu bakal disampaikan di waktu yang sudah ditentukan.
"Kami telah mencapai kesepakatan dengan Arhan, yang berstatus bebas transfer," kata petinggi Suwon FC yang tak disebutkan namanya, dikutip Selasa (31/10/2023).
"Kami berencana untuk segera menyelesaikan detailnya. Kedua belah pihak diperkirakan akan membuat pengumuman pada waktu yang terkoordinasi," lanjutnya.
Seperti yang diketahui, Pratama Arhan akan mengakhiri kontraknya dengan Tokyo Verdy pada Januari 2024 mendatang.
Selama bergabung dengan klub tersebut sejak 2022, eks pemain PSIS Semarang itu dikabarkan mendapat bayaran mencapai 4 juta hingga 5 juta yen per musim. Atau jika dirupiahkan, gajinya sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta.
Sementara itu, jika benar bergabung dengan Suwon FC, Pratama Arhan bisa mendapatkan bayaran lebih tinggi.
Dari laporan Korea Times, gaji rata-rata pemain K-League yang merupakan kasta tertinggi Liga Korea Selatan mencapai 282,1 juta won atau Rp3,2 miliar.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Series Juan Bio One, Ada Pertaruhan the Series 2
Namun K-League memiliki aturan berbeda untuk gaji pemain asing dan lokal. Jika pemain lokal mendapatkan bayaran sekitar 231 juta won atau Rp2,6 miliar, maka untuk gaji pemain asing bisa mendapatkan bayaran 862,7 juta won atau setara dengan Rp10 miliar per musim.
Bek kiri Timnas Indonesia itu pun mendapat dukungan penuh untuk bergabung dengan Suwon FC dari Shin Tae-yong.
Sang pelatih Timnas itu melihat Liga Korea Selatan adalah tempat yang tepat untuk Arhan mengembangkan karier setelah Tokyo Verdy. Terlebih mengingat di Liga 2 Jepang ia tak banyak bermain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi