Bisnis / Keuangan
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:21 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memastikan, restrukturisasi BUMN karya tetap jalan meski rupiah melemah. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Kepala BP BUMN Dony Oskaria memastikan pelemahan nilai tukar rupiah tidak menghambat proses restrukturisasi seluruh BUMN Karya.
  • Utang BUMN Karya tidak menggunakan denominasi dolar AS sehingga perusahaan tetap menjalankan rencana penyehatan sesuai jadwal awal.
  • Pemerintah menargetkan penyelesaian restrukturisasi sebelum melanjutkan rencana konsolidasi atau merger tujuh perusahaan BUMN Karya tahun ini.

Suara.com - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memastikan pelemahan nilai tukar rupiah tidak berdampak pada restrukrisasi BUMN karya.

Dony bilang, utang yang dimiliki BUMN Karya tidak berupa dolar AS, sehingga tetap gaspol untuk restrukturisasi.

Untuk diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah ini memang membuat BUMN ketar-ketir, karena yang memiliki utang berupa dolar AS, maka akan berdampak kenaikan nilai utang.

"Biasa, tetap berjalan seperti biasa. Apalagi karya tidak ada denominasi dolar AS kan," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Nilai tukar rupiah tak mempengaruhi restrukturisasi BUMN Karya. [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurut Dony, proses restrukturisasi BUMN karya masih berjalan sesuai rencana awal. Ia pun merasa optimis BUMN Karya kembali sehat.

"Jadi enggak apa-apa, itu kan semua proses yang harus dijalani. Harus optimistis, tetap berjalan dengan baik sesuai dengan schedule," bebernya.

Setelah sehat, tambah Dony, BUMN karya akan melewati proses selanjutnya, yaitu konsolidasi, di mana beberapa BUMN akan dilebur atau merger.

Saat ini terdapat tujuh BUMN Karya diantaranya, PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), danPT Nindya Karya (Persero).

"Mungkin kita tetap masih berharap, tetapi kemungkinan besar itu (konsolidasi BUMN Karya) akan mundur. Karena setelah saya lihat timeline-nya, yang pasti tahun ini akan selesai," pungkas Dony.

Baca Juga: Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN

Load More