- Kepala BP BUMN Dony Oskaria memastikan pelemahan nilai tukar rupiah tidak menghambat proses restrukturisasi seluruh BUMN Karya.
- Utang BUMN Karya tidak menggunakan denominasi dolar AS sehingga perusahaan tetap menjalankan rencana penyehatan sesuai jadwal awal.
- Pemerintah menargetkan penyelesaian restrukturisasi sebelum melanjutkan rencana konsolidasi atau merger tujuh perusahaan BUMN Karya tahun ini.
Suara.com - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memastikan pelemahan nilai tukar rupiah tidak berdampak pada restrukrisasi BUMN karya.
Dony bilang, utang yang dimiliki BUMN Karya tidak berupa dolar AS, sehingga tetap gaspol untuk restrukturisasi.
Untuk diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah ini memang membuat BUMN ketar-ketir, karena yang memiliki utang berupa dolar AS, maka akan berdampak kenaikan nilai utang.
"Biasa, tetap berjalan seperti biasa. Apalagi karya tidak ada denominasi dolar AS kan," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut Dony, proses restrukturisasi BUMN karya masih berjalan sesuai rencana awal. Ia pun merasa optimis BUMN Karya kembali sehat.
"Jadi enggak apa-apa, itu kan semua proses yang harus dijalani. Harus optimistis, tetap berjalan dengan baik sesuai dengan schedule," bebernya.
Setelah sehat, tambah Dony, BUMN karya akan melewati proses selanjutnya, yaitu konsolidasi, di mana beberapa BUMN akan dilebur atau merger.
Saat ini terdapat tujuh BUMN Karya diantaranya, PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), danPT Nindya Karya (Persero).
"Mungkin kita tetap masih berharap, tetapi kemungkinan besar itu (konsolidasi BUMN Karya) akan mundur. Karena setelah saya lihat timeline-nya, yang pasti tahun ini akan selesai," pungkas Dony.
Baca Juga: Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta
-
IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026