Mengenang momen memalukan Malaysia yang meminta pihak Indonesia yakni PT PAL untuk membuat desain kapal perang SSV yang rumit, tapi tak mampu membayar pesanannya itu.
Momen tersebut terjadi pada 2016 silam. Saat itu, Malaysia memesan desain kapal perang SSV (Strategic Sealift Vessel) dari PT PAL Indonesia.
Desain yang diberikan saat itu terbilang rumit ketimbang desain pesanan negara-negara lainnya seperti Filipina dan Uni Emirat Arab.
Meski mendapat pesanan desain yang rumit, Indonesia tetap menggarap permintaan Malaysia itu mengingat kesepakatan sudah tertuang dalam nota kesepahaman atau MoU.
Terhitung pada tahun 2017, Indonesia pun sudah menyelesaikan desain tersebut dan telah siap memproduksi pesanan Malaysia.
Tapi yang terjadi di lapangan, pesanan itu batal terjadi seiring tidak mampunya Malaysia membayar pesanannya ke PT PAL Indonesia.
Parahnya lagi, Malaysia saat itu bahkan belum memberikan uang muka. Berbeda dengan saat PT PAL Indonesia menggarap pesanan yang datang dari Filipina.
Dilansir dari INDOPOS via blog Defense Studies, Direktur Utama PT PAL saat itu, M Firmansyah Arifin, mengaku Malaysia memesan kapal karena terkesan dengan kapal perang yang dipesan Filipina.
Soal tak adanya uang muka atau DP sendiri karena pemesanan dari Malaysia itu tak menggunakan tender seperti halnya Filipina.
Baca Juga: Tinggalkan Klub Jepang, Abraham Damar Grahita Ungkap Alasan Terima Pinangan Satria Muda
Di samping itu, tak adanya uang muka juga dikarenakan proses desain yang rumit sehingga belum diketahui harga final untuk kapal perang SSV pesanan Malaysia itu.
“Proses desain sangat penting karena mempengaruhi harga. Jadi harga saat ini juga masih belum final," beber Firmansyah pada Desember 2016 lalu.
Nahas, saat desain yang diminta sudah dibuatkan, Malaysia justru tak mampu membayar pesanan kapal perangnya tersebut.
Hal ini berbeda dengan Filipina yang bahkan memesan dua unit kapal perang SSV sekaligus masing-masing pada 2016 dan 2017.
Bahkan karena puas dengan pesanannya beberapa tahun lalu, pada tahun 2022 kemarin Filipina kembali memesan dua kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) dari PT PAL Indonesia.
Berita Terkait
-
Marak Penyelundupan Narkoba di Wilayah Perbatasan RI-Malaysia, Fransiskus Diaan Berharap Pembentukan BNNK di Kapuas Hulu
-
Media Internasional Ramal Ranking FIFA Timnas Indonesia Bakal Meroket Bulan Ini, Jadi Tim Kuat di Asia
-
Eks Striker Timnas Malaysia Akui Kualitas Saddil Ramdani, Tapi Ketajamannya Tak Lepas dari Peran Darren Lok
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Terhempas dari Atap Angkot: Kisah Pilu Pria di Sukabumi yang Terjatuh Saat Jaga Karangan Bunga
-
Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
-
Anak-Anak Aceh Tamiang Antusias dengan MBG: Ada Daging Ayam dan Lembu, Buahnya Anggur dan Apel
-
Teror Air Keras, Andrie Yunus Sempat Diberi Peringatan: Nama Kita Masuk Daftar
-
Pemerintah Kecam Kasus Kekerasan terhadap Andrie Yunus, Tegaskan Kasus Harus Diusut Tuntas
-
Bisa Beli Motor Berkat Dapur MBG, Penyandang Disabilitas Ini Berdoa Kelak Ketemu Prabowo
-
Kisah Rohmat: Penyandang Disabilitas yang Menemukan Harapan Baru di Dapur Makan Bergizi Gratis
-
The Notebook: Makna Kesetiaan dan Cinta yang Terus Dipilih Setiap Hari
-
Bedah Rapor 11 Penyerang yang Dipanggil Timnas Indonesia, Siapa Layak Jadi Andalan John Herdman
-
Berkah Makan Bergizi Gratis: Produksi Tempe Ozy di Sukoharjo Melejit 100 Persen