Dua calon pemain keturunan yang tengah diproses untuk menjadi WNI, Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen, memiliki peluang yang kecil untuk tampil bersama Timnas Indonesia di Piala Asia 2023.
Sebelumnya, PSSI memang sudah mengumumkan bahwa Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen akan segera menjalani proses naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Indonesia.
Bahkan, Ragnar Oratmangoen sudah sempat menginjakkan kakinya di Indonesia untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia U-17 2023 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Kamis (16/11/2023).
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan kekuatannya kepada publik ketika mengumumkan Justin Hubner akan melanjutkan proses naturalisasinya setelah sempat dibatalkan.
Dua pemain ini memang diharapkan bisa memperkuat skuad Garuda saat menghadapi Piala Asia 2023 yang rencananya berlangsung di Qatar pada 12 Januari hingga 10 Februari 2024 mendatang.
Selain keduanya, masih ada beberapa pemain keturunan lainnya seperti Nathan Tjoe-A-On dan Jay Idzes, yang juga tengah diupayakan untuk menjalani proses naturalisasi.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut bahwa ketersedian waktunya memang terhitung mepet. Sebab, masing-masing kontestan paling lambat mendaftarkan calon pemainnya pada 10 Desember 2023.
"Deadline pendaftaran kan 10 Desember 2023. Jadi, Jay Idzes, Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe-a-on, dan Ragnar Oratmangoen," kata Erick Thohir di Surabaya, Kamis (16/11/2023).
"Itu kalau bisa, ya, bisa register segera mungkin. Itu untuk bisa memperkuat kejuaran Asia senior maupun U-23 di Kejuaran Asia di Qatar," tambahnya.
Baca Juga: Agen Bocorkan Masa Depan Asnawi Mangkualam yang Dirumorkan ke Persib Bandung
Erick Thohir menjelaskan, pihaknya terus mendorong proses ini agar bisa segera dirampungkan. Beberapa di antaranya sudah sampai Kementerian Hukum dan HAM.
"Proses Justin lagi didorong ke Pak Presiden Jokowi. Kalau bisa, Pak Presiden mengeluarkan surat dalam satu minggu ini," ucapnya.
"Lalu untuk Nathan sama Jay sudah ada di Kemenhumkam, kita lagi tunggu prosesnya. Ya, mudah-mudahan target 10 Desember, kami bisa kejar gitu. Ragnar juga kami coba dorong," ujarnya.
Jika melihat peluang yang ada, tampaknya keempat pemain ini hanya memiliki waktu yang singkat untuk bisa mendapatkan status sebagai WNI. Apalagi, masih ada beberapa tahapan yang harus dilewati.
Bukan tidak mungkin, keempat pemain ini bakal melewatkan Piala Asia 2023 karena pendeknya waktu yang tersedia.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Menggugat Ilusi Kutukan Eropa: Sepak Bola Modern dan Tuntutan Realistis bagi Timnas Brasil
-
Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!
-
5 Tips Menata Sepatu Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar dan Tidak Mental
-
Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi
-
Viral Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa, Bang Jago Ditangkap Polisi
-
Ramalan 12 Shio Hari Ini 6 Juli 2026, Siapa Saja yang Hoki dan Panen Rezeki?
-
Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?
-
Ramalan Zodiak 6 Juli 2026: Taurus Siap Ketiban Hoki, Zodiak Lain Harus Ekstra Sabar!
-
Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis, Transaksi Dilakukan Lewat Media Sosial