- Pemerintah Iran menggelar prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei selama sepekan di berbagai kota penting sepanjang Februari lalu.
- Prosesi tersebut sarat simbol religius untuk memperkuat narasi persatuan, keteguhan rezim, serta seruan balas dendam terhadap musuh.
- Acara ini melibatkan delegasi Poros Perlawanan guna menegaskan posisi ideologi negara dan pengaruh geopolitik Iran di kawasan.
Suara.com - Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak sekadar menjadi momen duka nasional.
Rangkaian prosesi justru sarat simbolisme religius yang dimanfaatkan untuk memperkuat pesan politik, baik di dalam negeri maupun di kawasan Timur Tengah.
Selama sepekan, pemerintah Iran mengemas upacara dengan narasi persatuan dan keteguhan.
Dari retorika resmi hingga mobilisasi massa, semua diarahkan untuk menegaskan dukungan terhadap rezim yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
Prosesi dimulai dengan tiga hari masa berkabung di Teheran, sebelum iring-iringan jenazah melintasi sejumlah kota penting di Iran hingga Irak.
Rute ini bukan sekadar perjalanan, melainkan simbol kuat yang mengaitkan kehidupan Khamenei dengan sejarah dan ajaran Syiah.
Otoritas Iran menekankan narasi syahid atas kematian Khamenei dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu.
Duka atas kepergiannya bahkan diposisikan sebagai kewajiban nasional bagi rakyat Iran.
Slogan resmi Kami Harus Bangkit terlihat di berbagai sudut kota, terpampang di spanduk dan dibawa para pelayat.
Baca Juga: Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
Untuk audiens internasional, pesan itu diterjemahkan menjadi Bangkit untuk Tuhan, merujuk pada ayat Al-Qur’an tentang perjuangan di jalan ilahi.
Simbol lain yang mencolok adalah ilustrasi kepalan tangan Khamenei di latar merah dan hitam. Warna tersebut merepresentasikan duka, kesyahidan, sekaligus seruan balas dendam.
“Lautan manusia ini menyerukan dua hal: perlawanan terhadap musuh dan pembalasan atas darah pemimpin yang syahid,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran seperti dikutip dari Al Jazzera.
Bendera merah raksasa bertuliskan Wahai penuntut darah Hussein juga dikibarkan di kompleks Mosalla Teheran.
Simbol ini mengaitkan kematian Khamenei dengan tragedi Karbala, peristiwa penting dalam sejarah Syiah yang sarat makna pengorbanan dan perlawanan terhadap tirani.
Pesan tersebut secara tidak langsung membingkai potensi balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel sebagai kewajiban religius.
Berita Terkait
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
-
Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam
-
Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis, Transaksi Dilakukan Lewat Media Sosial
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku