Salah satu klub pendiri PSSI, PPSM Magelang, sungguh tak mujur. Sudah hanya berlaga di Liga 3, kini mereka terancam didiskualifikasi pula karena ulah suporter.
Buntut keributan suporter yang terjadi di laga antara PPSM Magelang vs Persip Pekalongan di matchday terakhir Grup F Liga 3 zona Jateng, Asprov Jateng memberi hukuman berat.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Magelang, suporter masuk ke dalam pangan yang mengakibatkan pertandingan terhenti dan terjadi pemukulan pemain tim tamu oleh suporter PPSM serta intimidasi kepada perangkat pertandingan oleh panpel atau ofisial.
Imbas insiden ini, PPSM d sanksi diskualifikasi serta denda Rp 45.000.000. Dan untuk musim depan PPSM tim tidak diperbolehkan menggelar pertandingan dengan penonton.
Untuk PPSM sendiri juga dihukum laga usiran dengan jarak minimum 75 KM dari Kota Magelang untuk pertandingan musim depan.
Hukuman diskualifikasi dari Liga 3 ini membuat PPSM Magelang untuk membuka asa merangsek ke kompetisi kasta lebih atas sirna.
Padahal, PPSM punya sejarah panjang dan menjadi salah satu klub pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Profil PPSM Magelang
PPSM Magelang menjadi klub asal Jawa pertama yang didirikan. Klub ini tercatat sudah berdiri sejak 15 Maret 1919.
Baca Juga: JIS Dipakai Piala Dunia U-17, Anies Baswedan Buka Suara
PPSM Magelang juga eksis di era Perserikatan, tapi mereka gagal bersaing hingga ke kasta tertinggi di era lebih modern. Prestasi terbaik mereka adalah menjadi semifinalis Piala Indonesia 2012.
Dengan cikal bakal bernama Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM). IVBM adalah salah satu klub yang ikut mendirikan PSSI dengan keikutsertaan E.A. Mangindaan dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprodjo Yogyakarta pada hari Sabtu tanggal 19 April 1930.
Setelah PSSI terbentuk dan IVBM menjadi anggotanya, nama IVBM pun diubah menjadi PPSM. Klub ini menjadi bond anggota PSSI pada 1934 bersama dengan beberapa klub seperti PSISa Salatiga, VIT Tegal, PSIM Yogyakarta, PSTS Tasikmalaya, dan PSIS Semarang.
Tahun 1975, PPSM kembali ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang saat itu bernama Kerjurnas PSSI. PPSM berhasil lolos ke Kejurnas PSSI 1975 tingkat nasional setelah berhasil mengalahkan lawan-lawannya di kualifikasi tingkat daerah.
Dalam kompetisi itu, PPSM tergabung dalam Pool C bersama Persipal Palu, Persebaya Surabaya, PSBS Biak dan PSL Langkat. Sayangnya PPSM gagal melaju ke babak perempat final setelah mengalami empat kekalahan beruntun di Pool C, sehingga harus rela menjadi juru kunci.
Sejak saat itu, hingga kini PPSM belum bisa kembali ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional. Pencapaian terbaik PPSM Magelang di era Liga Indonesia adalah bermain di Divisi Utama atau kasta kedua pada musim 2008/09.
Munculnya dualisme kompetisi pada 2013, sempat membuat klub berjuluk Macan Tidar itu terjadi perpecahan. Kala itu, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang berada di bawah PSSI dengan PT Indonesia di bawah KPSI punya kompetisi beda, sehingga turut berpengaruh terhadap PPSM.
Hingga saat ini, PPSM Magelang yang berstatus sebagai salah satu klub tertua di Indonesia tidak mampu bersaing menuju kasta tertinggi sepak bola Nasional.
(Aditya Rijki)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol