Suara.com - Kendaraan berplat merah nekat masuk ke jalur Bus Transjakarta di Jalan Buncit Raya, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2014) pagi tadi. Dari tiga kendaraan berplat merah yang dihentikan Polantas, salah satunya dikendarai oleh seorang lelaki berkewarganegaraan Amerika. Pria berinisial EJHB itu diketahui bekerja sebagai staf PBB di Indonesia.
EJHB pun tak bisa mengelak ketika sepeda motor trail warna coklat bernopol B 6124 SJQ, masuk ke jalur Bus Transjakarta yang seharusnya steril dari kendaraan lain.
"Surat-suratnya lengkap, hanya saja STNK-nya mati (pajak)," kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono, Jakarta, Kamis (19/2/2014).
Hindarsono mengatakan, untuk EJHB, pihak kepolisian akan memberikan surat pelanggaran ke Kementerian Luar Negeri untuk proses hukumnya.
"Sementara teguran tertulis. Kita bikin surat ke Kementrian Luar Negeri," terang Hindarsono.
Dalam upaya sterilisasi jalur Transjakarta hari ini, terjaring 128 kendaraan roda dua dengan 86 SIM dan 42 STNK yang disita. Hindarsono juga menceritakan, tidak sedikit pengendara yang berbalik arah saat melihat polisi yang berupaya mensterilkan jalur bus Transjakarta ini.
"Kami kejar dan langsung kami tangkap lalu tilang, SIM kami sita."
Hindarsono juga mengatakan, banyaknya pengendara motor yang masih terobos jalur busway dinilai masih kurang memiliki kesadaran untuk berdisiplin. Padahal, kata dia, masyarakat sudah mengetahui bahwa menrobos jalur Transjakarta akan dikenakan denda maksimal sebesar Rp 500 ribu.
Berita Terkait
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Beton di Cikoko, Tak Ada Penumpang di Dalamnya
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK