Suara.com - Pertemuan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan Wakil Ketua DPR RI dari Partai Golkar Priyo Budi Santoso menimbulkan pertanyaan di internal PDI Perjuangan. Salah satu fungsionaris yang mempertanyakan pertemuan tersebut adalah Budiman Sujadmiko.
"Kenapa tidak memberitahu kami di Fraksi PDIP dulu? Saya juga belum tahu apakah sudah ada pemberitahuan ke Ibu Mega selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, nanti saya cek," ujar anggota DPR RI F-PDI Perjuangan usai talkshow bertema "Berperang Citra di Social Media" di Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2014).
Menurut Budiman, meski Risma menemui Priyo karena diundang, namun sebagai kader PDI Perjuangan tetap harus memberitahukan pertemuan tersebut. "Atau setidaknya, memberitahukan apa hasil pertemuan tersebut. Sampai sekarang saya belum mengetahuinya," ungkap Budiman.
Budiman menambahkan dirinya tidak menyalahkan atau mempertanyakan Priyo Budi Santoso sebagai pihak yang mengundang Risma yang mengundang Rismpada Kamis (20/2/2014).
"Tidak ada kewajiban Wakil Ketua DPR untuk melaporkan rencana atau hasil pertemuannya. Kader PDI Perjuangan kan Bu Risma, sebagai kader dia wajib melaporkan ke Ketua DPD, ke Fraksi dan pimpinan DPP," tandas Budiman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998