Matamata - Sejumlah badan intelijen Amerika Serikat ternyata memberikan perkiraan yang berbeda terkait rencana intervensi Rusia ke Ukraina.
Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) adalah salah satunya. CIA mengaku mengikuti perkembangan di Ukraina secara seksama sejak awal terjadinya gerakan protes di Ukraina. Tujuannya adalah mengetahui skenario pemberontakan yang berujung pada rencana intervensi militer Rusia ke negara tersebut.
Menurut dua sumber dari CIA, badan tersebut juga sudah memperingatkan para pembuat kebijakan bahwa intervensi Rusia akan terjadi dalam waktu dekat. Peringatan tersebut disampaikan beberapa saat sebelum militer Rusia masuk ke wilayah Crimea, Ukraina.
Namun, prediksi yang berlawanan diberikan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) yang berbasis di markas pertahanan Amerika Serikat, Pentagon. Menurut sejumlah sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, DIA justru meramalkan kemungkinan Rusia melakukan intervensi militer sangatlah kecil.
Ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut, pihak DIA belum bersedia berkomentar. Beberapa pejabat badan tersebut mengatakan bahwa meski perkiraan mereka meleset, mereka sudah memberikan arahan berguna bagi pemerintah.
Salah seorang pejabat tinggi Amerika Serikat mengatakan, perbedaan prediksi tersebut terjadi karena Ukraina tidak menjadi prioritas intelijen utama Amerika Serikat. Oleh karena itu, hasil pantauan intelijen yang dikumpulkan pun tidak lengkap dan berbeda antara satu badan dengan lainnya. (Reuters)
Berita Terkait
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan ASIsrael, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Menhan AS Ancam Penantang Washington: Akan Bayar Harga Mahal!
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran
Terkini
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan ASIsrael, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Jabodetabek Sore Ini
-
Menhan AS Ancam Penantang Washington: Akan Bayar Harga Mahal!
-
Pemkot Jakbar Setop Pembangunan Krematorium Kalideres Usai Gelombang Penolakan Warga
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
-
Survei: 57 Persen Warga AS Dukung Palestina Merdeka
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran