Matamata - Sejumlah badan intelijen Amerika Serikat ternyata memberikan perkiraan yang berbeda terkait rencana intervensi Rusia ke Ukraina.
Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) adalah salah satunya. CIA mengaku mengikuti perkembangan di Ukraina secara seksama sejak awal terjadinya gerakan protes di Ukraina. Tujuannya adalah mengetahui skenario pemberontakan yang berujung pada rencana intervensi militer Rusia ke negara tersebut.
Menurut dua sumber dari CIA, badan tersebut juga sudah memperingatkan para pembuat kebijakan bahwa intervensi Rusia akan terjadi dalam waktu dekat. Peringatan tersebut disampaikan beberapa saat sebelum militer Rusia masuk ke wilayah Crimea, Ukraina.
Namun, prediksi yang berlawanan diberikan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) yang berbasis di markas pertahanan Amerika Serikat, Pentagon. Menurut sejumlah sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, DIA justru meramalkan kemungkinan Rusia melakukan intervensi militer sangatlah kecil.
Ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut, pihak DIA belum bersedia berkomentar. Beberapa pejabat badan tersebut mengatakan bahwa meski perkiraan mereka meleset, mereka sudah memberikan arahan berguna bagi pemerintah.
Salah seorang pejabat tinggi Amerika Serikat mengatakan, perbedaan prediksi tersebut terjadi karena Ukraina tidak menjadi prioritas intelijen utama Amerika Serikat. Oleh karena itu, hasil pantauan intelijen yang dikumpulkan pun tidak lengkap dan berbeda antara satu badan dengan lainnya. (Reuters)
Berita Terkait
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Klaim Iran Kalah dan Hormuz Dibersihkan, Donald Trump Ucap 'Alhamdulillah'
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!