Suara.com - Polisi internasional (Interpol) dan polisi Malaysia menghapus kemungkinan hilangnya pesawat Malaysia Airlines akibat aksi teroris.
“Semakin banyak informasi yang kami dapat, semakin kami yakin bahwa hilangnya pesawat itu tidak terkait dengan aksi teroris,” kata Sekjen Interpol Ronald Noble dalam keterangan pers di Lyon, Prancis, Selasa (11/3/2014).
Sementara itu, Kepala Polisi Malaysia Khalid Abu Bakar juga mengungkapkan, teroris tidak terlibat dalam kasus hilangnya pesawat dengan rute penerbangan Kuala Lumpur-Beijing itu. Sebelumnya, polisi Malaysia sudah mengidentifikasi dua penumpang yang menggunakan paspor palsu yaitu Puria Mohammad Mehrdad, warga negara Iran berusia 19 tahun yang berencana pergi ke Jerman untuk menemui ibunya.
Satu orang lagi adalah Delavar Syed Mohammad Reza, warga negara Iran berusia 19 tahun. Keduanya terbang dari Doha ke Kuala Lumpur dengan menggunakan paspor Iran sebelum menggunakan paspor Italia dan Austria saat menaiki pesawat Malaysia Airlines, Sabtu (8/3/2014) lalu.
Sebelumnya, Direktur badan intelijen Amerika Serikat (CIA) mengatakan bahwa petugas-petugas intelijen tidak boleh meremehkan kemungkinan keterlibatan teroris dalam peristiwa hilangnya pesawat Malaysia Airlines.
“Anda tidak bisa mengabaikan teori mana pun,” kata Direktur CIA, John Brennan, Selasa (11/3/2014), di Washington, Amerika Serikat.
Pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 hilang secara misterius dalam penerbangan ke Beijing dari Kuala Lumpur pada Sabtu (8/3/2014). Pesawat jenis Boeing 777-200ER itu lenyap dari radar di atas Laut Cina Selatan. (CNA/AFP)
Berita Terkait
-
Cina: Tak Ada Bukti Benda Misterius Itu Jejak Malaysia Airlines
-
Periksa 3 "Benda Terapung", Malaysia Kirim Pesawat
-
Pesawat MAS Hilang, Media Diminta Tidak Buat Berita Berdasarkan Spekulasi
-
DJ Una Doakan Semua Penumpang Malaysia Airlines Selamat
-
Tragedi Malaysia Airlines: Anak dan Menantuku Harusnya Pulang Hari Ini
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?