Suara.com - Joko Widodo (Jokowi) akhirnya ditetapkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Beberapa hari belakangan, wacana pencapresan Jokowi menjadi hangat di media massa. Tak hanya media dalam negeri, namun juga media asing.
Sejumlah media asing langsung memposting berita mengenai Jokowi yang menjadi capres. Tak kurang media besar sekelas Reuters turut memberitakan soal pencapresan Jokowi.
"Partai oposisi terbesar Indonesia, PDI-P hari Jumat mengumumkan gubernur Jakarta yang populer, Joko Widodo, sebagai kandidat presiden untuk pilpres tahun ini," begitu tulis Reuters dalam situs online-nya.
"Hanya sekitar setahun setelah menjadi gubernur DKI Jakarta, lelaki ini menjadi populer di kalangan nasional karena gayanya yang lugas," sambung media tersebut.
Sementara itu, sebuah media berita ekonomi dan keuangan, Financial Times juga tak mau ketinggalan membuat berita.
"Mantan presiden Indonesia Megawati Sukarnoputri mengakhiri spekuluasi yang beredar selama berbulan-bulan dengan memilih politisi terpopuler di negara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, sebagai kandidat dari partainya, untuk pilpres Juni mendatang," tulis Financial Times.
Bahkan, sebelum deklarasi capres oleh PDI-P dilangsungkan, sudah banyak media asing yang mengangkat soal Jokowi. Salah satunya The Australian, sebuah media dari Australia. The Australian malah sudah memantau kegiatan Jokowi sejak dirinya berziarah ke makam almarhum ayah Megawati Soekarnoputri, sang proklamator, Soekarno.
Kemudian ada pula Sidney Morning Herald, juga dari Australia, yang sempat meragukan apakah Jokowi akan diizinkan oleh Megawati untuk menjadi capres dari PDI-P.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!