Suara.com - Partai politik di Indonesia belum memiliki kekuatan dan keberanian untuk menjadi oposan murni terhadap pemerintah yang sedang berkuasa.
Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr Ahmad Atang di Kupang, Jumat (11/4/2014).
"Yang terjadi di Indonesia justru oposan loyal kepada pemerintahan yang sedang berkuasa," tegas Ahmad Atang.
Ia juga mengemukakan pandangannya terkait peluang parpol yang akan menjadi oposisi, pascapengumuman hasil hitung cepat pemilu legislatif.
Menurut dia, tradisi oposisi di Indonesia lebih menampilkan partai politik dan politisi berwajah ganda atau politik muka dua. Artinya, lanjut Atang, di satu sisi partai politik bersuara lantang sebagai oposan, tetapi dibalik itu ada keinginan yang harus mendapat perhatian dari pemerintahan yang sedang berkuasa.
"Partai oposan terkesan mudah dijinakan oleh partai yang sedang berkuasa dengan memberikan jatah-jatah kekuasan seperti menteri dalam pemerintahan, sehingga menjadi oposisi murni tampaknya belum berlaku di Indonesia," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas
-
Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?
-
Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?
-
10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?