Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, yang juga calon Presiden dari PDI Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo (Jokowi) membantah tegas adanya pembicaraan mengenai pemilihan presiden dalam pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat, Robert O'Blacke di rumah bernomor G73 di Jalan Sircon, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2014) malam.
"Nggak ada," kata Jokowi di rumah dinasnya, di Jalan Taman Suropati no 7, Menteng, Jakarta.
Mantan Wali Kota Solo itu juga membantah adanya pembahasan tentang penyandangan dana dan raihan dukungan dari internasional dalam pertemuan tersebut.
"Nggak ada. Nggak ada urusannya," katanya lagi.
Dijelaskan bahwa kedatangannya dalam acara tersebut hanya sebagai undangan. "Ya karena diundang. Ada undangan makan malam bersama duta besar Turki, Peru, Amerika Serikat, Meksiko, Norwegia dan Inggris," ungkapnya.
Pembicaraan, lanjut Jokowi, hanya seputar geopolitik internasional dan ekonomi internasional, termasuk situasi soal timur tengah. "Buat saya pertemuan itu memperluas wawasan. Walaupun saya di dunia perdagangan, eskpor internasional 24 tahun," katanya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Jokowi dan Ketua Umum PDI-P, Megawati Sukarnoputri mengadakan pertemuan khusus dengan Duta Besar Amerika Serikat.
Usai melakukan pertemuan, Jokowi dan Megawati sempat memilih bungkam ketika dicecar awak media soal bahasan dalam kegiatan tersebut. Keduanya memilih langsung menaiki mobil.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!