Suara.com - Polisi menduga penemuan mayat dalam karung di wilayah Cidaun, Kabupaten Cianjur, dan di Garut Selatan, Selasa (15/4/2014) merupakan satu keluarga.
"Kasus penemuan mayat di dalam karung di wilayah Garut Selatan dan Cidaun, Cianjur Selatan, diduga merupakan kasus pembantaian satu keluarga. Apalagi alamat para korban sama," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochammad Iriawan di Bandung, Rabu (16/4/2014).
Mochammad Iriawan menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih mendalami penemuan mayat yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur itu. Ada kemungkinan, lanjut Kapolda, mayat di dalam karung tersebut merupakan korban pembunuhan satu keluarga.
"Tapi kami dalami apakah ada rentetannya dari Garut sampai dengan Cidaun, analisa sementara itu satu keluarga, ada ayahnya, ibu dan anak," ujarnya.
Selain itu, lanjut Kapolda, anggotanya kini sedang memastikan identitas para korban karena adanya dugaan kesamaan tersebut.
"Jadi penemuan korban ada 3 orang itu kita lidik apakah motif dibalik pembunuhan ini. Di mana tinggalnya, keluarga siapa jadi dari situ kita bisa mencari kemana pada saat itu korban dan di mana berada," katanya.
Menurut dia, jika dilihat dari sisi modus pelaku dalam kasus penemuan mayat ini juga sama yakni terdapat luka yang sama di leher para korban.
"Untuk modusnya di dalam karung sangat mirip. Ada jeratan leher dengan kabel listrik yang sama di tubuh para korban. Oleh karenanya kemungkinan pelakunya sama," kata Iriawan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT