Suara.com - Polisi Korea Selatan membantah adanya pesan singkat (SMS) yang dikirimkan oleh penumpang setelah feri Sewol tenggelam. Mereka mengatakan, SMS tersebut merupakan SMS palsu.
Divisi Pusat Respon Teror Maya pada Badan Polisi Nasional Korea Selatan mengaku terus memantau nomor-nomor ke 271 orang yang masih hilang sejak feri Sewol tenggelam. Mereka menunggu kemungkinan adanya panggilan, SMS atau pesan lain dari nomor-nomor tersebut. Namun, menurut mereka, tidak ada satupun nomor ponsel yang digunakan sejak kecelakaan tersebut.
"Kami memeriksa lebih dari 300 ponsel, karena beberapa orang punya lebih dari satu ponsel," kata polisi.
Beberapa jam setelah feri tenggelam, sejumlah orang mengaku menerima SMS permintaan tolong dari korban selamat yang diduga terperangkap di dalam feri. Berdasarkan penyelidikan polisi, tak satupun yang berasal dari feri nahas tersebut. Salah satu SMS palsu kabarnya dikirimkan dari sebuah ponsel milik pelajar kelas 5 Sekolah Dasar di Gimpo, Provinsi Gyeonggi. (The Strait Times)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan