Suara.com - Robot bawah air Bluefin-21 menyelam lebih dalam daripada batas kemampuannya untuk mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Sementara itu, pemerintah Malaysia mengatakan akan menggunakan lebih banyak kapal selam nirawak untuk membantu pencarian.
Bluefin-21 yang dilengkapi dengan teknologi sonar menjadi andalan untuk mencari MH370. Menurut tim pencari, robot bawah air itu sudah menyelam melebihi batas kemampuannya yakni 4,5 kilometer di bawah permukaan air.
Setelah dilakukan sejumlah penyesuaian, Bluefin-21 menyelam hingga kedalaman 4,695 meter. Ini adalah kali pertamanya Bluefin-21 menyelam hingga sedalam itu.
Namun, sepanjang enam kali pencarian dengan menggunakan Bluefin-21, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan MH370. Hasil pencarian keenam yang digelar hari Sabtu masih diteliti.
Sementara itu, melalui postingan Twitter, pelaksana jabatan Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menyatakan bahwa pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan untuk menggunakan lebih banyak lagi kendaraan bawah air untuk membantu pencarian. Namun, Hishammuddin tidak memberikan keterangan rinci terkait hal tersebut. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil
-
Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional
-
Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM