- Yuvita Tri Rezeki, korban penyekapan tiga tahun di Kabupaten Bandung, kini menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung.
- Kondisi fisik korban mulai membaik setelah menjalani prosedur pembersihan luka dan kini mampu melakukan aktivitas ringan.
- Tim medis memprioritaskan penanganan infeksi serta pendampingan psikologis sebelum melakukan tindakan operasi bertahap bagi sang korban.
Suara.com - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan kondisi Yuvita Tri Rezeki (29), korban dugaan penganiayaan berat dan penyekapan selama tiga tahun oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, di Kabupaten Bandung, terus menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif.
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung dr. Fitra Hergyana mengatakan kondisi korban kini mulai membaik. Yuvita telah mampu duduk dan melakukan aktivitas ringan sembari menjalani masa pemulihan sebelum menjalani tindakan operasi.
“Alhamdulillah pasien saat ini memang sudah bisa duduk, sudah bisa beraktivitas dan kemarin kami juga sudah melaksanakan debridement atau pembersihan luka sambil menunggu operasi,” kata Fitra di Bandung, seperti dikutip dari Antara, Jumat.
Meski demikian, tim medis belum dapat memastikan jadwal operasi karena masih memprioritaskan penanganan infeksi yang dialami korban.
“Saat ini memang masih ada infeksinya. Setelah infeksinya tertangani, baru operasi akan dilaksanakan,” ujarnya.
Fitra menjelaskan proses penanganan tidak hanya difokuskan pada pemulihan luka fisik, tetapi juga mencakup pendampingan terhadap kondisi psikologis korban.
Ia mengatakan tindakan operasi nantinya akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi medis setelah setiap prosedur dijalankan.
“Operasi ini tidak bisa dilakukan hanya sekali. Kami akan melihat hasil operasi pertama terlebih dahulu sebelum menentukan tindakan berikutnya,” katanya.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat menetapkan Taufik Hidayat sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki yang diduga berlangsung selama sekitar tiga tahun di sebuah rumah indekos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka berat yang berdampak pada kondisi fisiknya, termasuk gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, serta tidak dapat berjalan secara normal.
Berita Terkait
-
Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung
-
Ada Tato Wajah Taufik di Tubuh Yuvita, Polisi Cium Siasat Love Bombing Sebelum Disiksa
-
Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!
-
Bantah Congkel Mata dan Gunting Bibir Kekasih, Taufik Hidayat Penyekap: Mukul Pakai Helm
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi