Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda menerima laporan adanya indikasi pelaku pelecehan seksual terhadap murid Jakarta International School (JIS) juga dilakukan oleh pelaku di luar pekerja outsourcing.
"Memang berdasarkan laporan dari keluarga korban, dan masyarakat, Tidak sebut jumlah (pelaku), tapi lebih bahwa mensinyalir (pelaku) itu berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan, yaitu bukan dari pihak outsourcing saja," kata Erlinda kepada suara.com, Jakarta, Sabtu (26/4/2014).
Menurut dia, rilis dari FBI tentang mantan guru JIS bernama James Vahey menjadi tersangka paedofil di berbagai negara, semakin menguatkan dugaan tersebut.
"Ini (rilis FBI) harus menjadi bahan kepolisian untuk melakukan pengembangan, ini pintu masuk, biar fair, karena FBI tidak ada kemungkinan bohong," katanya.
Dia menambahkan, laporan yang masuk ke KPAI sudah diteruskan kepada Polri untuk menjadi masukan dalam menyelidiki kasus pelecehan seksual terhadap murid JIS.
"Harapannya polisi tidak hanya mendapatkan yang berasal dari pihak outsourcing, tapi fokusnya pindah. Laporan ini sudah disampaikan dan katanya (kepolisian) akan segera didalami," katanya.
Dia menambahkan polisi akan memanggil Kepala Sekolah JIS dalam waktu dekat.
"Mereka (pihak sekolah) akan dipanggil Senin atau Selasa," kata Erlinda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita