Suara.com - Hingga Sabtu (26/4/2014), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memutuskan koalisi untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014.
"Belum ada keputusan (koalisi), itu akan ditetapkan dalam rapat Majelis Syuro. Lagi pula keputusan KPU belum final, menunggu keputusan final dari KPU dulu," kata Sekretaris Jenderal DPP PKS Muhammad Taufik Ridho kepada suara.com, Sabtu (26/4/2014).
Dia menambahkan saat ini PKS sedang berkomunikasi dengan sejumlah partai, seperti Partai Gerindra. Meski sudah bertemu dengan calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto, belum ada komitmen apapun dengan partai itu.
"Nanti akan dibawa ke majelis syuro, diputusakan di sana. Sempet juga (Prabowo bertemu) dengan Pak Anis Matta (Presiden PKS), tapi belum ada keputusan," tuturnya.
Dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, PKS juga berkomunikasi. Bahkan, ada tim khusus untuk membangun komunikasi dengan partai yang mengusung Joko Widodo (Jokowi) menjadi capres.
"Kami bangun komunikasi dengan semua parpol. Ada tim kalau untuk ke PDI Perjuangan," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi