Suara.com - Meninggalnya tersangka kekerasan seksual terhadap anak di TK Jakarta International School (JIS), dirasa janggal oleh pengacara tersangka, Irfan Fahmi.
Pasalnya, menurut Irfan, pada Sabtu( 26/4/2014) pihak kepolisian yang menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya tidak menyebutkan AZ sebagai tersangka.
“Kemarin (Sabtu 26/4/2014) lihat di TV ada tayangan persiapan kegiatan presscon (konferensi pers). Ada lima orang pakai topeng. Saya pikir Azwar ada di situ,” tegasnya saat dihubungi suara.com.
Irfan menjelaskan, ia kemudian menunggu hingga konferensi pers tersebut usai. Namun dirinya ternyata tidak mendapati Azwar menjadi salah seorang dari lima tersangka yang diperlihatkan oleh pihak kepolisian kepada wartawan.
“Menurut teman-temannya (sesama tersangka) tidak ada azwar di antara lima orang itu. Dalam konferensi pers pun tidak disebut (nama Azwar). Ada disebut buron 1 orang. Ternyata baru ketahuan, menurut polisi yang buron itu Azwar,” jelas Irfan.
Irfan juga menjelaskan kejanggalan lain terkait meninggalnya Azwar. Irfan menyayangkan pihak kepolisian yang tidak segera memberitahukan pihak keluarga sejak Azwar ditemukan tergelatak di kamar mandi.
“Pukul 11.30 WIB kejadian (Azwar ditemukan), berita acara jam 18.25 WIB. Sejak rentang waktu itu kenapa tidak ada pemberitahuan ke pihak keluarga,” tanya Irfan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama