Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Dr Ir Muhammad Nuh menyetujui untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pendirian Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare.
Penandatanganan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada Mei 2014.
"Ini setelah Pemkot Parepare berhasil meyakinkan Kemendikbud tentang keseriusan kami menghadirkan Institut Teknologi BJ Habibie di kota niaga ini," kata Wali Kota Parepare Taufan Pawe menanggapi progres pendirian institut itu, Minggu (27/4/2014).
Dia mengatakan, setelah penandatanganan MoU pendirian ITH, maka dijadwalkan lembaga pendidikan tinggi tersebut mulai beroperasi pada 2015.
Sementara mengenai legalisasi lembaga pendidikan itu, lanjut dia, penandatangan MoU ini merupakan tahapan yang wajib dilalui sebelum pengusulan ke presiden untuk menerbitkan Kepres ITH Parepare. Penandatanganan akan dilakukan langsung Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe dan Mendikbud, Prof Dr Ir Muhammad Nuh.
Sementara itu, pihak Kemendikbud melalui Kepala Biro Rumah Tangga dan Kepegawaian Kementerian Pendidikan Nasional, Berny Syam menjelaskan, rencana penandatangan MoU dengan Pemerintah Kota Parepare akan dilakukan setelah Mendikbud menghadiri peringatan Hardiknas di Sorong, Papua Barat pada 10 April 2014.
"Tanggal 10 Mei, Pak Menteri akan menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di Papua, kita berharap beliau bisa langsung ke Parepare untuk melakukan penandatangan MoU dengan Pemerintah Kota Parepare," kata Berny. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata