Bisnis / Makro
Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:15 WIB
Antrean kendaraan saat memasuki pelabuhan Gilimanuk. [Dokumentasi ASDP].
Baca 10 detik
  • PT ASDP menerapkan sterilisasi berbasis digital di enam pelabuhan utama Indonesia mulai tanggal 20 Juli 2026 mendatang.
  • Implementasi teknologi seperti Face Recognition dan One Gate System bertujuan meningkatkan keamanan serta efisiensi operasional pelabuhan.
  • Modernisasi sistem ini diharapkan mempercepat arus logistik nasional sekaligus menciptakan standar layanan pelabuhan yang lebih profesional.

Suara.com - Di tengah meningkatnya mobilitas orang dan distribusi barang antarpulau, pelabuhan penyeberangan dituntut memiliki sistem operasional yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu meminimalkan risiko keamanan maupun kemacetan layanan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat implementasi program sterilisasi enam pelabuhan utama melalui transformasi operasional berbasis teknologi digital.

Program yang mulai diterapkan pada 20 Juli 2026 itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan pelabuhan sebagai simpul penting konektivitas nasional sekaligus mendukung efisiensi sektor logistik Indonesia.

Enam pelabuhan yang menjadi tahap awal implementasi meliputi Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas penumpang maupun distribusi barang antarwilayah.

Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, mengatakan bahwa sterilisasi pelabuhan merupakan bagian dari transformasi menyeluruh dalam sistem operasional perusahaan, bukan sekadar pembatasan akses masuk kawasan pelabuhan.

"Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar pengaturan akses, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara kita mengelola operasional," ujar Rio dilansir dari laman Antara, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, digitalisasi kawasan pelabuhan akan memastikan seluruh aktivitas, baik manusia, kendaraan maupun operasional logistik, dapat dipantau secara lebih akurat melalui sistem yang terintegrasi.

"Kami ingin memastikan setiap orang, kendaraan, dan aktivitas di kawasan pelabuhan dapat teridentifikasi, terverifikasi, dan termonitor dengan baik," katanya.

Face Recognition hingga One Gate System Jadi Tulang Punggung Transformasi

Baca Juga: IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Dalam implementasinya, ASDP mengadopsi sejumlah teknologi digital yang selama ini banyak digunakan di pelabuhan internasional maupun bandara modern.

Teknologi tersebut meliputi registrasi digital, Face Recognition (FR), pengendalian akses berbasis zonasi, hingga penerapan One Gate System yang memungkinkan seluruh proses keluar-masuk kawasan pelabuhan dilakukan melalui sistem yang lebih terkontrol.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan pelabuhan diharapkan menjadi lebih transparan, akuntabel, serta mampu meningkatkan standar keamanan objek vital nasional.

Selain memperkuat aspek pengawasan, digitalisasi juga diharapkan mampu mempercepat proses layanan bagi penumpang maupun kendaraan sehingga mengurangi antrean dan meningkatkan efisiensi operasional.

Fondasi Baru Efisiensi Logistik Nasional

Transformasi yang dilakukan ASDP tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jasa, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang lebih luas.

Load More