Suara.com - Pengelola Jakarta International School(JIS) Pondok Indah ternyata diam-diam sudah diperiksa oleh Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda, Selasa (29/4/2014), mengungkapkan, para pengelola sengaja datang lebih awal untuk menghindari media.
"Untuk Kepala Sekolah JIS serta guru kelas, dalam hal ini guru kelas, Mr. Marfi, Timothy Carr dan Lusiana, memang rencananya diperiksa Minggu ini. Namun dalam panggilan tersebut mereka mempertimbangkan hari kerja dan memang mengakui untuk menghindari wartawan. Mereka datang hari Sabtu (26/4/2014) lalu," kata Rikwanto.
Menurut Rikwanto, penyidik baru sebatas meminta keterangan yang berkaitan dengan tugas mereka sebagai pengelola dan staf pengajar di JIS.
"Masih berkisar kepada hal-hal yang berkaitan dengan tanggung jawab mereka, yaitu masalah pengajaran, masalah keamanan, masalah pengasuhan, dan juga masalah penguasaan situasi kondisi termasuk masalah berinteraksi di sekolah tersebut," lanjut Rikwanto.
Dalam konferensi pers kemarin, pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan bahwa jadwal pemeriksaan kepada pihak JIS akan dilakukan dalam pekan ini.
Namun, dalam kenyataannya hal tersebut sudah dilaksanakan karena adanya beberapa pertimbangan dari Pihak JIS.
Mereka dimintai keterangan menyusul kasus kejahatan seksual sodomi terhadap murid TK JIS. Diduga korban sodomi lebih dari satu orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya