Suara.com - Ketua Umum DPP Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengungkapkan harapannya kepada calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan partainya, Joko Widodo (Jokowi).
Harapan itu diutarakan Surya Paloh saat menyambut kedatangan Jokowi bersama sejumlah elit PDI Perjuangan, di Kantor DPP Partai Nasdem, di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (2/5/2014).
"Kita membutuhkan sebuah pemerintahan baru, dalam suasana baru, pemerintahan yang memperkuat Undang-undang konstitusi, yaitu pemerintahan presidensial yang kokoh, Itu hanya bisa terwujud jika PDIP, dan Nasdem, atau partai-partai lain di bawah kepemimpinan kepala negara Jokowi," kata Surya Paloh.
Dia menambahkan, ini merupakan harapan mayoritas anak bangsa, dengan menimbang sejumlah permasalahan yang besar dan komplek.
"Menyelesaikan masalah bangsa ini tidak bisa menggantungkan harapan pada bangsa lain yang menyelesaikan masalah bangsa kita. Tapi harus kita sendiri," tambahnya.
Karena itu, dia menegaskan, mulai hari ini dia membentuk tim untuk pemenangan Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli nanti. Tim ini bergerak baik di darat atau di udara.
"Tim akan langsung bekerja, untuk sebelum pimpinan dari ketua tim pemenangan ini ditunjuk dalam dua tiga hari ke depan," kata Surya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?