Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang sudah mengumumkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif 2014, namun ternyata masih ada lima KPU tingkat kabupaten yang bermasalah dan tidak bisa menyelenggarakan pemilu.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daniel Zuchron mengatakan lima KPU tingkat kabupaten yang bermasalah itu juga masuk dalam pleno rekapitulasi penghitungan suara nasional yang dilaksanakan Jumat (9/5/2014) malam.
"Dari hasil rekapitulasi bahwa tidak semua KPU kabupaten bisa menyelenggarakan pemilu. Seperti kasus Nias Selatan tidak mampu melaksanakan pemilu. Oleh karena itu, Bawaslu menonaktifkan sementara Ketua KPU Nias Selatan. Masih ada daerah lain lagi, seperti Musi Rawas, Halmahera Selatan, Timor Tengah Selatan, dan Mamuju," kata Daniel dalam diskusi bertajuk 'Rekapitulasi Pemilu, Sentilan Buat KPU' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2014).
Kendati kabupaten-kabupaten tersebut tidak dapat melaksanakan pemilu, KPU pusat tetap membuat keputusan.
"Tidak bisa, tapi tetap ditetapkan karena itu adalah sebuah kabupaten. Namun, pengesahan tersebut penuh dengan persyaratan. KPU memang terdesak memutuskan secara nasional, tapi tetap sah, sepanjang tidak ada yang menilai untuk mengubah hasil dari pemilu kita," kata Daniel.
Sebelumnya, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TEPI) Jerry Sumampouw menilai lembaga KPU dan Bawaslu tidak konsisten menjalankan mekanisme rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif yang sudah ditetapkan.
“Mereka itu membuat mekanisme sejak awal yang di bagian akhir tidak konsisten karena terlalu banyak kompromi, mungkin juga bukan asal-asalan. Tapi, maksud saya ada hal-hal yang di awal-awal itu menjadi penting, di bagian akhir sudah nggak dianggap penting lagi, karena mengejar waktu. Itu yang saya bilang, mekanismenya nggak konsisten,” kata mantan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Dihapus Hingga Usul Fraksi Dibatasi
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Merasa Ada yang Memanfaatkan dan Jual Namanya dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
Wamensos Agus Jabo Salurkan Bantuan ATENSI di Desa Pilot Project Gambuhan Pemalang
-
Pekik Syukur dan Tangis Haru Pecah di PN Jakut Usai Hakim Bacakan Vonis Pendemo Agustus
-
Pembangunan Sekolah Rakyat di Tengah Sekolah Rusak: Solusi atau Salah Prioritas?
-
Sumut Darurat Agraria: 450 Konflik Mandek, 1,8 Juta Jiwa Terdampak Bencana Sepanjang 2025
-
Roy Suryo Siap Laporkan Balik Eggi Sudjana, Sebut Ada Strategi Adu Domba 'Otoritas Solo'
-
Heboh Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK, Begini Penjelasan Pihak Pengelola
-
Batal Lanjutkan RJ, Penghentian Kasus Hogi Minaya Tinggal Tunggu Surat Kejari Sleman
-
Nyaris Seluruh Faskes di Daerah Bencana Sumatera Berfungsi Normal