Suara.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tak puas dengan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif 2014 Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai yang mengusung calon presiden Prabowo Subianto ini sedang menyiapkan langkah hukum untuk menggugat hasil Pileg ke lembaga Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kami belum menerima sepenuhnya. Ini masih banyak protes," kata Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi kepada suara.com, Sabtu (10/5/2014).
Suhardi menjelaskan partainya protes karena menilai banyak kehilangan kursi di sejumlah daerah pemilihan (dapil), padahal seharusnya yang diraih Gerindra di atas angka saat ini.
Suhardi belum dapat menjelaskan secara keseluruhan, Partai Gerindra kehilangan kursi di dapil mana saja. Ia hanya menyebutkan beberapa di antaranya, seperti di Provinsi Papua dan Provinsi Sulawesi Selatan. "Papua mestinya tambah dua kursi lagi," kata Suhardi.
Ketika dihubungi suara.com, Suhardi mengatakan sedang sangat sibuk sehingga belum dapat memberikan menjelaskan lebih jauh, misalnya mengenai bentuk modus pelanggaran di dapil-dapil tersebut.
Langkah Partai Gerindra saat ini adalah menyiapkan seluruh data administrasi dan selanjutnya mengajukan gugatan ke lembaga MK.
PKS Juga Ajukan Gugatan
Partai Keadilan Sejahtera juga tidak puas dan memutuskan untuk menggugat rekapitulasi hasil penghitungan suara, ke lembaga MK.
Juru bicara PKS Mardani Ali Sera menyebutkan ada kecurangan di empat daerah pemilihan, antara lain Jawa Tengah 1, Maluku Utara, dan Sumatera Utara.
“Jadi kita akan memasukkan gugatan tersebut besok. Ini dilakukan karena pada empat dapil tersebut PKS dicurangi, satu kursi yang seharusnya menjadi milik PKS justru hilang. Ada banyak faktor penyebabnya, mulai dari kesalahan penyelenggara seperti PPS, PPK dan KPU daerah dan ada juga karena pencurian suara,” kata Mardani kepada suara.com.
Diwartakan sebelumnya, lembaga KPU mengumumkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pileg 9 April 2014 pada Jumat (9/5/2014) malam. PDI Perjuangan berada di urutan pertama dengan perolehan 23.681.471 suara (18,95 persen). Urutan kedua ditempati Partai Golkar dengan 18.432.312 (14,75 persen), sedangkan Partai Gerindra di urutan yang ketiga dengan 14.760.371 (11,81 persen).
Sementara PKS menempati posisi tengah dengan 8.480.204 suara (6,79 persen).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah Tahun 2026? Cek Jadwal dan Penjelasannya
-
Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Apa Kata Istana?
-
Benyamin Davnie Kutuk Oknum Guru di Serpong Pelaku Pelecehan Seksual ke Murid SD: Sangat Keji
-
Soal Tim 8 yang Diduga Ikut Lakukan Pemerasan, Sudewo: Mayoritas Kades di Jaken Tak Dukung Saya
-
Saudia Indonesia Sambut Director of East Asia & Australia Baru dan Perkuat Kolaborasi Mitra
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
-
Pakai Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Sudewo Minta Warga Pati Tetap Tenang
-
Bupati Pati Sudewo Bantah Lakukan Pemerasan Calon Perangkat Desa Usai Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Bukan Cuma Perkara Dugaan Pemerasan, Bupati Pati Sudewo Juga Jadi Tersangka Kasus DJKA
-
Nicke Widyawati Ngaku Tak Pernah Dapat Laporan Soal Penyewaan Kapal dan Terminal BBM