Suara.com - Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TEPI) Jerry Sumampouw menilai lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak konsisten menjalankan mekanisme rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif yang sudah ditetapkan.
"Mereka itu membuat mekanisme sejak awal yang di bagian akhir tidak konsisten karena terlalu banyak kompromi, mungkin juga bukan asal-asalan. Tapi, maksud saya ada hal-hal yang di awal-awal itu menjadi penting, di bagian akhir sudah nggak dianggap penting lagi, karena mengejar waktu. Itu yang saya bilang, mekanismenya nggak konsisten," kata mantan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) itu, Sabtu (10/5/2014).
Setelah rapat pleno secara terbuka rekapitulasi perolehan suara nasional selama 14 hari, sejak 26 April, KPU menetapkan hasil Pileg pada Jumat (9/5/2014) pukul 23.30 WIB atau 30 menit menjelang tenggat.
Rekapitulasi suara memang sudah diselesaikan KPU dengan tidak meleset dari waktu yang ditetapkan. Tapi, banyak kalangan yang tidak puas dan menganggap anggota KPU bekerja asal mencapai target.
Terutama dari kalangan partai, sebagian partai menyatakan tidak puas dengan hasil penghitungan suara KPU. Misalnya Partai Gerindra, PKS, dan PPP. Mereka menyiapkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena merasa kehilangan banyak suara di berbagai daerah pemilihan.
Berikut hasil perolehan suara resmi yang dikeluarkan lembaga KPU berdasarkan rekapitulasi perolehan suara hasil Pemilu Legislatif:
- Partai Nasdem 8.402.812 (6,72 persen)
- Partai Kebangkitan Bangsa 11.298.957 (9,04 persen)
- Partai Keadilan Sejahtera 8.480.204 (6,79 persen)
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 23.681.471 (18,95 persen)
- Partai Golkar 18.432.312 (14,75 persen)
- Partai Gerindra 14.760.371 (11,81 persen)
- Partai Demokrat 12.728.913 (10,19 persen)
- Partai Amanat Nasional 9.481.621 (7,59 persen)
- Partai Persatuan Pembangunan 8.157.488 (6,53 persen)
- Partai Hanura 6.579.498 (5,26 persen)
- Partai Bulan Bintang 1.825.750 (1,46 persen)
- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 1.143.094 (0,91 persen).
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Soft Life Makin Populer: Saat Gen Z Lebih Pilih Hidup Tenang dan Seimbang
-
Bedak Shade Light Beige Cocok untuk Warna Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya dari Produk Lokal
-
6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota
-
Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah