Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi kesaksian Anas Urbaningrum di persidangan kasus proyek Hambalang terdakwa mantan Direktur Operasional PT Adhi Karya, Teuku Bagus Muhammad Noor di pengadilan Tipikor, Selasa (12/5/2014).
Dalam sidang, Anas menyatakan dirinya mengetahui perantara Nazaruddin dengan penguasa. Anas juga menyebutkan pernyataan Nazarudin sudah disetir oleh penguasa.
"Waktu itu kenapa Anas tidak sampaikan ke penyidik, waktu diperiksa, kan bisa disampaikan dan masuk ke BAP," kata Johan Budi yang dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu, (14/5/2014).
Johan juga menambahkan, keterangan Anas tesebut nantinya akan masuk ke fakta-fakta dan didukung atau tidak.
"Waktu diperiksa harusnya disampaikan, apakah ini mask fakta-fakta atau tidak, apa didukung oleh fakta faktar atau tidak. Bukan diluar pemeriksaan ngomongnya," tambahnya.
Menurutnya, apabila informasi tersebut masuk dalam pemeriksaan pihak KPK juga akan menindaklanjuti, untuk menggali valid atau tidaknya informasi itu.
Sebelumnya, di dalam kesaksiannya, Anas mengungkap perantara Nazarudin dan SBY.
"Ya kan mana mungkin pak SBY jenguk ke Sukamiskin, saya tau orangnya, tidak perlu saya sebut namanya, pertemuannya juga saya tau di mana," kata Anas saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, (13/5/2014).
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?