Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengomentari Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles yang menyamakan dirinya dengan pemimpin Nazi Adolf Hitler. Menurut Putin, perbandingan itu "tidak dapat diterima" dan "salah".
"Dia (Pangeran Charles) sudah beberapa kali berkunjung ke negeri kami, jika dia membuat perbandingan semacam itu, itu sangat tidak bisa diterima dan saya yakin dia paham hal itu sebagai seorang lelaki terhormat," sindir Putin.
Putin menambahkan, sebagai seorang bangsawan, sang pangeran Inggris tak selayaknya mengucapkan hal tersebut.
"Saya pernah bertemu dengannya secara langsung, begitu pula dengan anggota Keluarga Kerajaan Inggris lainnya. Ini bukanlah sikap seorang bangsawan," imbuh Putin.
Sebelumnya diberitakan, Pangeran Charles melontarkan sindiran keras kepada Putin terkait aneksasi Rusia ke Krimea. Pangeran Charles menyamakan aneksasi Rusia itu seperti apa yang dilakukan Nazi Jerman. Sindiran keras itu disapaikan saat Charles mengunjungi sebuah museum imigrasi di Halifax, Kanada, beberapa waktu lalu.
Putin baru berkomentar setelah sebelumnya beberapa pejabat Rusia dan Inggris saling perang kata-kata terkait hal tersebut. Seorang pejabat Rusia bahkan pernah menyebut Kerajaan Inggris tidak akan memiliki masa depan lantaran ulah sang Pangeran. (Telegraph)
Berita Terkait
-
Bakal Jadi Presiden Rusia Sampai 2036, Vladimir Putin: Hanya Tuhan yang Tahu
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha
-
Usai Ditemui Putin, Xi Jinping akan Melawat ke Korut: Barisan Anti Amrik Rapatkan Barisan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT