News / Internasional
Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:41 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menghindari pertanyaan terkait kemungkinan dirinya tetap berkuasa hingga 2036. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menghindari pembahasan mengenai peluang dirinya tetap menjabat hingga tahun 2036 mendatang.
  • Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan pimpinan media internasional di St. Petersburg, Kamis, 4 Juni.
  • Putin menegaskan bahwa pemerintah saat ini harus lebih fokus menyelesaikan berbagai tantangan strategis daripada berspekulasi politik.

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menghindari pertanyaan terkait kemungkinan dirinya tetap berkuasa hingga 2036.

Pernyataan itu disampaikan saat bertemu para pimpinan media internasional di sela St. Petersburg International Economic Forum, Kamis (4/6) waktu setempat.

Menjawab pertanyaan Reuters, Putin menilai pembahasan soal masa depan kepemimpinannya masih terlalu dini.

Putin juga menyinggung faktor kesehatan sebagai hal yang tidak bisa dipastikan.

“Hanya Tuhan yang tahu apakah kita memiliki cukup kesehatan, untuk saya, untuk Anda, dan semua yang hadir di sini,” ujarnya.

Putin menegaskan, konstitusi Rusia memang memungkinkan dirinya kembali maju pada pemilu 2030.

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memicu ketegangan di kawasan Eropa setelah melontarkan peringatan keras kepada dua negara anggota NATO, Latvia dan Lithuania. [Istimewa]

Jika terpilih, Putin berpotensi memperpanjang masa jabatan hingga 2036. Namun, ia menekankan bahwa saat ini hal tersebut belum menjadi fokus utama.

“Memang, konstitusi mengizinkan saya mencalonkan diri pada 2030, tapi menurut saya terlalu awal untuk membicarakannya. Sejujurnya, saya bahkan tidak memikirkannya sekarang,” kata Putin.

Pemimpin yang telah berkuasa sejak 1999 itu menyebut Rusia saat ini menghadapi berbagai tantangan besar.

Baca Juga: Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik

Putin menilai perhatian pemerintah harus diarahkan pada penyelesaian persoalan strategis, bukan spekulasi politik jangka panjang.

“Negara ini menghadapi banyak isu besar dan mendesak. Itu yang harus diselesaikan, dengan memikirkan masa depan Rusia,” tegasnya.

Load More