- Presiden Rusia Vladimir Putin menghindari pembahasan mengenai peluang dirinya tetap menjabat hingga tahun 2036 mendatang.
- Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan pimpinan media internasional di St. Petersburg, Kamis, 4 Juni.
- Putin menegaskan bahwa pemerintah saat ini harus lebih fokus menyelesaikan berbagai tantangan strategis daripada berspekulasi politik.
Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menghindari pertanyaan terkait kemungkinan dirinya tetap berkuasa hingga 2036.
Pernyataan itu disampaikan saat bertemu para pimpinan media internasional di sela St. Petersburg International Economic Forum, Kamis (4/6) waktu setempat.
Menjawab pertanyaan Reuters, Putin menilai pembahasan soal masa depan kepemimpinannya masih terlalu dini.
Putin juga menyinggung faktor kesehatan sebagai hal yang tidak bisa dipastikan.
“Hanya Tuhan yang tahu apakah kita memiliki cukup kesehatan, untuk saya, untuk Anda, dan semua yang hadir di sini,” ujarnya.
Putin menegaskan, konstitusi Rusia memang memungkinkan dirinya kembali maju pada pemilu 2030.
Jika terpilih, Putin berpotensi memperpanjang masa jabatan hingga 2036. Namun, ia menekankan bahwa saat ini hal tersebut belum menjadi fokus utama.
“Memang, konstitusi mengizinkan saya mencalonkan diri pada 2030, tapi menurut saya terlalu awal untuk membicarakannya. Sejujurnya, saya bahkan tidak memikirkannya sekarang,” kata Putin.
Pemimpin yang telah berkuasa sejak 1999 itu menyebut Rusia saat ini menghadapi berbagai tantangan besar.
Baca Juga: Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
Putin menilai perhatian pemerintah harus diarahkan pada penyelesaian persoalan strategis, bukan spekulasi politik jangka panjang.
“Negara ini menghadapi banyak isu besar dan mendesak. Itu yang harus diselesaikan, dengan memikirkan masa depan Rusia,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba
-
Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Harga MinyaKita Bakal Naik, DPR Warning Pemerintah: Jangan Biarkan Penimbun Ambil Untung
-
Saling Sikut DPR vs Pemerintah Soal Komposisi Anggota Kompolnas di Draf RUU Polri
-
Polisi Masuk ke Sektor Gizi Nasional? Simak Poin-Poin Usulan Pemerintah dalam Revisi UU Polri
-
Open House Sekolah Rakyat Jambi, Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Data yang Akurat dan Sasaran Tepat
-
Bukan Tanpa Alasan! KPK Jelaskan Kehadiran Brimob Bersenjata saat Geledah Rumah Silmy Karim
-
Pengacara Bantah Silmy Karim 'Sulit Dicari': Tak Ada Panggilan, Tiba-Tiba Tersangka
-
Kontras Soroti Tren Baru Penghilangan Paksa Jangka Pendek untuk Teror Demonstran
-
CFD Kuningan Minggu Ini, Simak Rute Pengalihan Lalu Lintas Lengkapnya
-
RUU Polri Ubah Batas Pensiun Anggota, Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
-
Hanya untuk Pemilik KTP Jakarta, Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja