Suara.com - Tim pemenangan pasangan calon presiden-calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, menargetkan perolehan suara 69 persen di Sumatera Selatan pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014.
"Kami menargetkan pasangan Prabowo-Hatta meraih 69 persen suara di Sumatera Selatan pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang," kata Ketua Harian Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Sumsel, Iskandar, saat melakukan pemantapan tim pemenangan di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (25/5/2014).
Menurut dia, untuk meraih kemenangan pasangan capres-cawapres, mereka akan melakukan blusukan hingga ke desa-desa di Sumatera Selatan.
"Waktu 43 hari menjelang Pemilu Presiden ini akan kita percepat penyebaran sosialisasi ke masyarakat hingga ke desa-desa untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta di Sumsel," katanya.
Ia mengatakan, semua pimpinan partai koalisi akan mempunyai peran masing-masing sampai saksi hingga menggali dukungan dan ini tinggal menjalankan.
"Sebagai orang Sumsel, kita harus bangga putera daerah mencatat sejarah sebagai cawapres. Intinya kalau bukan sekarang kapan lagi dan kalau bukan kita siapa lagi," ujarnya didampingi pimpinan partai koalisi pasangan Prabowo-Hatta.
Ia menyatakan, dengan didukung oleh partai politik koalisi yang sangat berpengaruh di Sumsel, pihaknya menargetkan meraih 69 persen suara di 17 kabupaten/kota di provinsi ini.
"Kami juga sudah memiliki komitmen untuk tidak melakukan kampanye hitam dalam meraih dukungan," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral