Suara.com - Pasangan calon presiden dan calon wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla akan membuka rekening bank yang bertujuan untuk menampung sumbangan dari masyarakat.
Saat berbicara dalam Rakernas Partai Nasdem, Jokowi mengungkapkan, pembukaan rekening itu merupakan upaya untuk mengorganisir seluruh relawan yang memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi-JK.
“Yang ingin kita lakukan adalah gerakan rakyat. Saya yakin kader Partai Nasdem bisa melakukan itu. Karena itu, kami akan mengorganisir rakyat dan kami akan menerima berapa pun sumbangan yang diberikan ke rekening tersebut. Mau 5 ribu boleh, 10 ribu juga kita terima, kalau ada yau nyumbang 1 juta atau 10 juta juga tidak apa-apa,” kata Jokowi.
Jokowi mengakui, ada banyak relawan yang memberikan dukungan kepada dirinya dan Jusuf Kalla dalam pemilu presiden nanti. Dia memberi contoh ketika berkunjung ke Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.
Selama beberapa hari di sana, Jokowi menemukan banyak sekali relawan yang menggunakna banyak nama. Mulai dari Pro Jokowi-JK, Konco Jokowi-JK hingga Gema Jokowi-JK.
“Saya akui, para relawan ini belum diorganisir dengan baik. Karena itu kami akan mulai melakukan pengorganisasian para relawan,” tegasnya.
Apabila para relawan bisa diorganisir dengan baik serta bekerja bersama-sama, Jokowi optimistis dia dan Jusuf Kalla bisa menang di pemilu Presiden 9 Juli nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
-
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian