Suara.com - Pasangan calon presiden dan calon wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla akan membuka rekening bank yang bertujuan untuk menampung sumbangan dari masyarakat.
Saat berbicara dalam Rakernas Partai Nasdem, Jokowi mengungkapkan, pembukaan rekening itu merupakan upaya untuk mengorganisir seluruh relawan yang memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi-JK.
“Yang ingin kita lakukan adalah gerakan rakyat. Saya yakin kader Partai Nasdem bisa melakukan itu. Karena itu, kami akan mengorganisir rakyat dan kami akan menerima berapa pun sumbangan yang diberikan ke rekening tersebut. Mau 5 ribu boleh, 10 ribu juga kita terima, kalau ada yau nyumbang 1 juta atau 10 juta juga tidak apa-apa,” kata Jokowi.
Jokowi mengakui, ada banyak relawan yang memberikan dukungan kepada dirinya dan Jusuf Kalla dalam pemilu presiden nanti. Dia memberi contoh ketika berkunjung ke Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.
Selama beberapa hari di sana, Jokowi menemukan banyak sekali relawan yang menggunakna banyak nama. Mulai dari Pro Jokowi-JK, Konco Jokowi-JK hingga Gema Jokowi-JK.
“Saya akui, para relawan ini belum diorganisir dengan baik. Karena itu kami akan mulai melakukan pengorganisasian para relawan,” tegasnya.
Apabila para relawan bisa diorganisir dengan baik serta bekerja bersama-sama, Jokowi optimistis dia dan Jusuf Kalla bisa menang di pemilu Presiden 9 Juli nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian