Suara.com - Tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden diharapkan tidak mempolitisir jargon agama untuk kepentingan politik praktis dalam pemilihan presiden, 9 Juli mendatang.
"Apapun alasannya, jargon-jargon agama itu tidak layak menjadi objek politik," ujar pengamat politik dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara Dr Ansari Yamamah di Medan, Kamis (29/5/2014).
Dalam pesta demokrasi selama ini, kata Ansari, jargon-jargon agama tersebut sering digunakan untuk menarik dukungan dari kelompok agama tertentu.
Salah satu jargon agama yang sering digunakan tersebut adalah teriakan "Allahu akbar" untuk menarik dukungan dari umat Islam guna memilih parpol atau calon tertentu yang diusung.
Pihaknya berharap pelaku politik praktis di tanah air dapat mempelajari perjalanan sejarah bangsa yang menunjukkan perilaku penggunaan jargon agama tidak memberikan pengaruh signifikan.
"Kita harus belajar dari sejarah bangsa yang cukup panjang," katanya.
Selain kurang memberikan manfaat besar, kata dia, penggunaan jargon agama juga kontraproduktif karena dapat menghilangkan kharisma dan wibawa agama.
Apalagi jika jargon-jargon agaman tersebut dimanfaatkan untuk kampanye hitam (black campaign) guna menjelekkan pasangan capres/cawapres lain.
Sebagai ajaran yang berdasarkan keyakinan, jargon-jargon agama harus memiliki wibawa dan kharisma sehingga menarik perhatian manusia untuk mengamalkannya.
"Namun, ketika jargon-jargon agama itu tidak maksimal hasilnya (dalam politik), bisa hilang kharismanya," kata Ansari. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
-
Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi
-
Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi
-
Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara
-
Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia
-
Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis