Suara.com - Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, meringkus dua pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lintas provinsi. Tersangka ditangkap polisi setelah sebelumnya melakukan kejahatan di ATM yang berada di depan pabrik Primatexco, Sambong-Batang.
"Tersangka Riyan dan Winata alias Nanda (22), warga Jalan Sutomo, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan ditangkap setelah menjalankan kejahatan di ATM depan Pabrik Primatexco," kata Kepala Polres Batang, AKBP Widi Atmoko di Batang, Minggu (1/6/2014).
Menurut dia penangkapan kedua tersangka berawal dari adanya laporan korban, Susie Herawati (35) warga Jalan Raya Simbang, Kecamatan Tulis-Batang yang mendapatkan kesulitan saat akan mengambil uangnya di ATM itu.
Tersangka dalam menjalankan aksinya, katanya, berperan sebagai pemasang "ranjau" dengan pengganjal lubang kartu ATM dengan potongan batang korek api.
WIdi juga mengatakan selain memasang "ranjau" pelaku juga memasang stiker "call center", milik sejumlah bank.
Tersangka, kata dia, saat diperiksa polisi mengaku sudah melakukan perbuatan kejahatan itu selama tiga bulan terakhir dan dilakukan di wilayah Jakarta, Bandung, Purwakarta, dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
"Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, mereka mengakui telah melakukan aksi kejahatan sebanyak 20 kali dengan hasil sekitar Rp15 juta," katanya.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti satu mobil Daihatsu Xenia nomor polisi B 1428 POR, gergaji besi kecil, kotak korek api, satu bendel stiker call center (CS) bank palsu, dan gunting kecil. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam