Suara.com - Anggota Polda Metro Jaya membekuk Theo Surentu, sopir di PT Armorindo Artha, karena membawa kabur uang sekitar Rp2 miliar. Armorindo Artha merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman uang ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Sedangkan uang yang dibawa lari sedianya dikirim ke ATM Bank Central Asia (BCA).
"Tersangka ditangkap karena membawa kabur uang Rp2 miliar lebih milik BCA yang akan disetorkan ke sejumlah mesin ATM di kawasan Jakarta Utara," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/3/2014).
Kasus ini terjadi pada 10 Maret 2014 malam. Waktu itu, Theo bertugas mengirimkan uang bersama dua operator PT Armorindo Artha.
"Ketika kedua temannya menuju ATM, tersangka dengan cepat membawa lari uang. Mobil itu mengangkut 14 cartridge berisi uang Rp2 miliar lebih," kata Kepala Sub Direktorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan.
Dari Penjaringan, Jakarta Utara, tersangka membawa 14 cartridge yang disimpan di tas besar. Ia kabur dengan menyewa taksi ke arah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.
"Di Wisma Nusa Indah Bogor, tersangka membuka kotak tersebut dengan menggunakan obeng, lalu dia mengambil Rp700 juta lebih dulu. Rp700 juta itu sudah dipakai," kata Herry.
PT Armorindo melaporkan kasus tersebut ke Polsek Penjaringan. Theo ditangkap di Gunung Putri setelah beberapa hari sembunyi.
"Untuk barang bukti, kita mengamankan 14 kotak mesin ATM milik BCA, 1 mobil, dan uang senilai Rp1.334.000.000," kata Herry
Tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam