Suara.com - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak dirinya disebut mencuri start kampanye waktu mengajak untuk memilih nomor dua, saat pengambilan nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (1/6/2014), kemarin.
Menurutnya, apa yang lakukan adalah sekedar promosi nomor urut yang baru dia dapat. Dia juga mengaku tidak mendapat teguran dari KPU terkait hal ini.
"Ini kan mempromosikan," kata Jokowi di kawasan Monumen Jogja Kembali (Monjali), Sleman, Senin (2/6/2014).
Dia menerangkan, jaman Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu, dirinya juga mempromosikan nomor urutnya. Bahkan, dia langsung membuat simbol 'metal' untuk melekatkan pada dirinya.
"Kan kemarin memberikan sambutan untuk promosikan, ya kita promosikan. Yang di seberang salah sendiri tidak mempromosikan," kata Jokowi.
"Saya sih mempromosikan nomor yang kita dapatkan. Kita kan nggak diam aja dari nomor yang kita dapat. Ada nggak kampanyenya?" sergahnya lagi.
Sebelumnya, dalam pidato di Gedung KPU, Jokowi sempat mengajak rakyat Indonesia memilih nomor dua.
"Indonesia dalam harmoni dan keseimbangan. Pilihlah nomor dua," kata Jokowi yang didampingi Jusuf Kalla.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mempermasalahkan pidato Jokowi ini. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan pihaknya memang menyediakan waktu selama tiga menit untuk pasangan capres-cawapres berbicara kepada media.
"Itu tidak (melanggar). Itu kan dipersilakan selama 3 menit memberi kata sambutan. Dan tidak ditentukan materinya apa. Kalau pun ada yang memuji KPU itu juga tidak di-setting. Nggak ada problem," kata Husni.
Mengenai masa kampanye pada 4 Juni -5 Juli 2014, Husni mengatakan ada yang terbuka dan tertutup. "Ada yang menggunakan media massa apa nggak, dipersilakan semua," katanya.
Belakangan ulah Jokowi ini menuai protes, bahkan tim Prabowo-Hatta sempat melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis