- Program Sekolah Rakyat telah menjangkau 22 ribu siswa di 166 sekolah, diperluas Presiden untuk atasi kemiskinan.
- Pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat baru tahun ini sebagai strategi pengentasan kemiskinan nasional.
- Selain itu, dikembangkan Sekolah Unggul Garuda terintegrasi kampus guna mencetak inovator bidang STEM bersaing global.
Suara.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko mengatakan dalam satu tahun terakhir, program Sekolah Rakyat telah menjangkau sekitar 22 ribu siswa di 166 sekolah
Pemerintah terus menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat baru pada tahun ini untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Melalui Sekolah Rakyat, negara memberikan akses pendidikan yang layak sekaligus membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Sebab, kata Budiman pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.
Sebagai lembaga yang bertugas mengoordinasikan percepatan pengentasan kemiskinan, BP Taskin memastikan berbagai program yang menyasar masyarakat miskin berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran.
Dalam kerangka tersebut, Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas mobilitas sosial masyarakat.
Pemerintah juga mengembangkan Sekolah Unggul Garuda yang terintegrasi dengan kampus baru untuk mencetak generasi unggul di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics).
Budiman menegaskan, anak-anak Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di era teknologi, tetapi harus menjadi pencipta, peneliti, dan inovator yang mampu bersaing di tingkat global.
“Masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan, tetapi oleh kesempatan untuk belajar dan berkembang,” ujar Budiman dalam pesan video bertajuk Indonesia in 60 Seconds seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Rabu (12/3/2026).
Budiman menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan generasi unggul Indonesia sekaligus memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
Budiman menjelaskan, banyak anak Indonesia lahir dengan mimpi dan semangat besar, namun tidak semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Karena itu Presiden Prabowo Subianto memperluas program Sekolah Rakyat,” ujar Budiman.
Program pendidikan ini diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
"Cinta rakyat, setia pada bangsa,” kata Budiman.
Berita Terkait
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim