Suara.com - Sedikitnya 18 pekerja diduga masih terjebak di dalam rumah toko (ruko) yang ambruk di Jalan Ahmad Yani Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (3/6/2014).
"Diperkirakan masih ada sekitar 18 pekerja yang terjebak di reruntuhan bangunan rumah toko yang ambruk tadi pagi," kata mandor pembangunan Ruko Cendrawasih Permai, Siswanto, saat ditemui di lokasi, Selasa (3/6/2014) siang.
Rumah toko berlantai tiga itu, kata Siswanto, mempekerjakan sebanyak 84 orang yang semuanya berasal dari Pulau Jawa.
Sebanyak 64 orang berhasil selamat pada peristiwa itu, lima orang terluka dan dua orang pekerja yang sempat terjebak di reruntuhan bangunan yang roboh berhasil dievakuasi tim SAR.
"Tidak benar jika ada yang menyebut jumlah pekerja lebih 100 orang. Jadi, saat bangunan itu ambruk, hanya ada 84 pekerja, 64 orang berhasil selamat dan lima orang terluka. Dua pekerja yang sempat terjebak akhirnya berhasil diselamatkan tim SAR. Jadi, saat ini, masih ada 18 orang yang diduga terjebak di reruntuhan gedung itu," katanya.
Salah seorang pekerja yang berhasil selamat, Suyatno, mengaku saat kejadian dia bersama rekan-rekannya masih terlelap tidur.
"Tiba-tiba terdengar suara retakan kemudian gedung di bagian depan ambruk. Saya bersama teman-teman langsung menyelamatkan diri namun sejumlah pekerja yang berada di bagian gedung yang ambruk itu langsung tertimbun," kata Suyatno yang mengaku baru dua minggu bekerja sebagai buruh di ruko yang ambruk tersebut.
Kejadian itu, kata dia, berlangsung sekitar pukul 06.00 Wita, saat sebagian pekerja masih terlelap tidur sementara lainnya sudah siap beraktivitas. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Digitalisasi Pendidikan Merupakan Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat