Suara.com - Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai yang difasillitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) rencananya akan dihadiri dua pasangan calon presiden dan wakil presiden di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (3/6/2014) malam.
Komisioner KPU Pusat Arief Budiman mengatakan deklarasi tersebut juga menandai kedua pasangan calon secara resmi diperbolehkan kampanye yang dimulai besok, Rabu (4/6/2014) hingga 5 Juli mendatang.
Deklarasi tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Dalam acara itu akan berlangsung pembacaan deklarasi pemilu berintegritas dan damai serta penandatanganan prasasti deklarasi oleh lembaga penyelenggara Pemilu dan dua pasangan calon.
Selanjutnya, masing-masing capres dan cawapres akan diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato di akhir acara.
"Yang perlu menjadi perhatian selama (masa) kampanye adalah untuk jangan saling menghina, memfitnah, serta (diharapkan) tidak ada lagi black campaign," kata Arief.
KPU juga mengingatkan kembali kepada tim sukses masing-masing pasangan calon untuk mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan pihak berwajib ketika ingin melakukan kampanye dengan jumlah simpatisan banyak.
"Kalau nanti mau diterjunkan massa pendukung, mohon itu diberitahukan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian supaya bisa mengamankan jalannya kampanye," ujarnya.
Dalam Peraturan KPU Nomor 16 Tahun 2014 dijelaskan metode kampanye yang boleh dilakukan adalah pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye melalui media massa, pemasangan alat peraga di tempat yang telah ditentukan, debat pasangan calon, serta kegiatan lain yang tidak melanggar peraturan dan Undang-Undang.
Pilpres 2014, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli, diikuti oleh dua pasangan calon yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!