Suara.com - Lembaga survei Indonesia Research Center (IRC) menyatakan bahwa dukungan Partai Demokrat (PD) bisa menaikkan elektabilitas pasangan calon presiden (capres)-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Di atas kertas, dengan bergabungnya tokoh nasional Partai Demokrat, akan menambah energi baru bagi pasangan Prabowo-Hatta," ungkap Kepala Riset IRC, Yunita Mandolang, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (5/6/2014).
Yunita menjelaskan, akumulasi suara secara partai yang mendukung Prabowo-Hatta mencapai 59 persen termasuk PD. Sedangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menurutnya hanya mencapai sebesar 40,88 persen.
Diungkapkan Yunita lagi, penghitungan elektabilitas para kandidat capres setiap partai yang masuk kubu Prabowo-Hatta mencapai 47,9 persen, sementara pasangan Jokowi-JK sekitar 42,7 persen. Dia pun menyatakan bahwa prediksi penghitungan itu berdasarkan pada penggabungan elektabilitas para kandidat capres yang diusung setiap partai.
"Contohnya, elektabilitas Koalisi Gerindra menggabungkan elektabilitas Mahfud MD, Gita Wirjawan, dan kandidat lainnya," ujarnya.
Sehingga dengan demikian, menurut Yunita pula, dukungan PD yang sempat memajukan kandidat capres akan dapat mendongkrak pasangan Prabowo-Hatta. Apalagi, sebagai tambahan menurutnya, sosok Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudyono (SBY) masih memiliki kharisma untuk menggaet masyarakat dalam memilih.
Disebutkan, IRC menggunakan metode dengan cara wawancara terhadap 4.108 pemilih, pada 2.100 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Indonesia. Data pemilih melibatkan lelaki-perempuan seimbang sebanyak 50 persen, demikian juga antara usia di bawah 35 tahun (50 persen) dan usia di atas 36 tahun (50 persen). [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Usai Upacara HUT RI ke-81, Prabowo Panggil Semua Komandan: Menghadap Saya, Kerjakan
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN