- Nilai tukar rupiah pada Senin, 18 Mei 2026, ditutup melemah di level Rp17.667 per dolar AS.
- Pelemahan terjadi akibat sentimen negatif pasar terhadap pernyataan Presiden Prabowo dan tingginya harga minyak dunia.
- Faktor eksternal seperti kekecewaan investor terhadap pertemuan Xi dan Trump turut memicu keluarnya modal asing domestik.
Suara.com - Nilai tukar rupiah pada Senin sore (18/5/2026) masih terus jeblok setelah Presiden Prabowo Subianto pada akhir pekan kemarin mengeluarkan pernyataan yang dinilai blunder.
Analis mengatakan selain karena naiknya harga minyak dunia, kaburnya investor dari pasar ekuitas Indonesia juga membuat nilai tukar rupiah ambruk. Diperkirakan nilai tukar rupiah masih akan terus melemah dalam beberapa waktu ke depan.
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah ke level Rp 17.667 per dolar AS, anjlok 71 poin atau terperosok 0,40 persen dibandingkan penutupan Rabu lalu yang berada di level Rp 17.475.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa pelemahan rupiah dikarenakan faktor global,terutama kekecewaan investor pada hasil pertemuan Presiden China Xi Jin Ping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu.
"Rupiah ditutup di 17,667 melemah 70 point di tengah sentimen risk off global, kenaikan harga minyak mentah dunia oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan harga minyak dunia juga naik oleh ancaman baru dari Trump terhadap Iran dalam konflik di Timur Tengah yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda damai.
Di dalam negeri, pidato Prabowo tentang dolar dan rupiah juga direspon negatif oleh pasar. Faktor ini ikut membebani rupiah. Sementara para investor juga masih terus menjual surat berharga di pasar ekuitas domestik.
"Sedangkan net sell asing di pasar ekuitas domestik juga semakin membebani. Sentimen utama masih pada eksternal, terutama harga minyak dunia yang tinggi memicu peningkatan pada prospek kenaikan suku bunga bank sentral. Situasi diperkirakan masih belum akan berubah banyak besok, sehingga rupiah diperkirakan masih tertekan," jelasnya.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi sependapat soal faktor domestik. Ia menyatakan pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh pidato presiden soal dolar yang membuat pasar semakin ragu.
Baca Juga: Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?
Pasar, demikian Ibrahim, tersentak dengan pernyataan Presiden Prabowo yang mengatakan sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari, sehingga dampaknya tak terlalu langsung dirasakan.
Meski demikian rupiah bukan satu-satunya mata uang Asia yang melemah. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,49 persen.
Rupee India juga tertekan 0,33 persen dan yen Jepang terkoreksi 0,11 persen. Dolar Taiwan ditutup turun 0,03 persen, peso Filipina ditutup melemah tipis 0,02 persen terhadap the greenback.
Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,15 persen. Diikuti, baht Thailand yang terkerek 0,09 persen, dolar Singapura terangkat 0,05 persen, won Korea Selatan naik 0,02 persen dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,001 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita
-
Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari
-
Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!
-
Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
-
Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun