Suara.com - Polisi belum menerima adanya pihak yang melapor terkait kasus pemberitaan Tabloid Obor yang menyerang salah satu calon presiden.
"Saya belum tahu apakah laporan terhadap Tabloid Obor itu disampaikan ke Polres, Polda atau Mabes Polri. Tapi, pada intinya saya belum ada menerima laporan terkait itu," kata Kapolri Jenderal Sutarman saat berkunjung ke Polda Kalteng di Palangka Raya, Kamis (12/6/2014).
Kapolri juga menyatakan dirinya beberapa hari terakhir tengah berkunjung ke beberapa Polda di Indonesia.
"Beberapa hari terakhir ini saya berkunjung ke beberapa Polda di Indonesia untuk menyemangati dan melihat kesiapan pasukan mengamankan pemilihan presiden. Jadi belum tahu," katanya lagi.
Mengenai kasus Tabloid Obor, Kapolri menyebutkan ada dua kasus yang akan ditelusuri jika ada laporan. Mulai dari isi pemberitaannya apakah sudah sesuai dengan Undang-undang pers, dan menyebar fitnah sehingga ada yang merasa dirugikan.
"Kalau mengenai ada yang dirugikan akibat pemberitaan dan melapor ke polri, pasti akan ditindaklanjuti. Jadi, ada dua UU yang akan dipergunakan untuk menindaklajutinya," kata Sutarman.
Kapolri memastikan akan menindaklanjuti hingga tuntas apabila ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan akibat pemberitaan yang diterbitkan Tabloid Obor. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman