Suara.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah membahas aturan jam operasional tempat hiburan malam selama bulan Ramadhan 1435 H/2014.
"Tempat hiburan malam tidak diharuskan tutup total, melainkan hanya diatur jam operasionalnya," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Kamis (12/6/2014).
Hal itu diasari pertimbangan kepentingan banyak pihak, tidak hanya pengusaha, tetapi juga para pekerjanya.
"Ini menyangkut perut banyak orang. Sebab banyak juga yang mencari nafkah dengan bekerja di tempat hiburan," katanya.
Rahmat mengatakan, pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah opsi terkait aturan tempat hiburan ini yang diperkenankan selama Ramadhan.
Opsi yang dipertimbangkan antara lain mengizinkan tempat hiburan baru boleh beroperasi di atas pukul 22.00 WIB.
Dasar pertimbangannya, pada saat itu umat muslim telah selesai menunaikan ibadah shalat tarawih.
"Namun ini hanya salah satu opsi saja. Belum pasti kebijakannya demikian karena masih harus dibahas dengan unsur muspida lainnya," katanya.
Pembahasan perihal ini akan segera dibahas dengan unsur muspida dalam waktu dekat, mengingat bulan Ramadhan segera tiba dalam hitungan minggu.
Pembahasannya perlu dilakukan segera karena kesepakatan yang tercapai nantinya akan dituangkan dalam bentuk maklumat.
"Maklumat ini yang nantinya disebarkan ke masyarakat sebelum Ramadhan tiba. Selain unsur pemerintah dan kepolisian, masyarakat juga diajak untuk turut mengawasi supaya semua ikut terlibat menciptakan suasana Ramadhan yang kondusif," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!