Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, mulai Selasa (17/6/2014) hingga Kamis (19/6/2014), dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke negara Republik Fiji.
Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, kunjungan ini merupakan kunjungan yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya Presiden RI berkunjung ke kawasan Pasifik Selatan.
“Kunjungan ini untuk memenuhi undangan pemerintah Fiji dalam rangka peningkatan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Fiji,” kata Faizasyah., seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (16/6/2014).
Faizasyah juga menyebutkan, dalam kunjungan ke Fiji ini, Presiden SBY juga diundang sebagai Chief Guest (tamu utama) pada KTT ke-2 The Pacific Islands Development Forum. Dalam forum ini, Presiden SBY akan menyampaikan pidato kunci pada sesi pembukaan resmi KTT tersebut, dan akan menyampaikan usulan kerjasama di berbagai bidang, termasuk kerjasama di bidang pembangunan.
“Indonesia memiliki keunggulan dalam program-program bantuan teknis yang telah diakui oleh dunia internasional, dan banyak negara maju yang tertarik untuk ikut terlibat melalui mekanisme tiga pihak (tripartite),” ungkap Faizasyah.
Selain itu, menurut Faizasyah, kedua negara direncanakan akan menandatangani Nota Kesepahaman di bidang kerja sama pemuda dan olahraga, serta Nota Kesepahaman di bidang pelatihan diplomatik.
Fiji adalah negara dengan luas wilayah 18.274 km² yang terletak di wilayah Pasifik Selatan. Indonesia dan Fiji membuka hubungan diplomatik pada tahun 1974. Hubungan bilateral kedua negara berlangsung dengan cukup baik.
Menurut data dari Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2013 adalah sebesar 26,2 juta dolar Amerika. Komoditi ekspor utama Indonesia ke Fiji adalah hasil pengolahan industri kertas.
Dari neraca perdagangan kedua negara, Indonesia mengalami surplus sebesar 20,91 juta dollar Amerika (2013). Nilai perdagangan ini berpotensi untuk dapat ditingkatkan, termasuk dengan memanfaatkan posisi strategis Fiji sebagai pintu masuk perdagangan di kawasan Pasifik Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31
-
Datangi Bareskrim, Andre Rosiade Desak Polisi Sikat Habis Mafia Tambang Ilegal di Sumbar!
-
Banjir Jakarta Meluas, 22 RT dan 33 Ruas Jalan Tergenang Jelang Siang Ini
-
Air Banjir Terus Naik! Polda Metro Jaya Evakuasi Warga di Asrama Pondok Karya
-
Curanmor Berujung Penembakan di Palmerah Terungkap, Tiga Pelaku Dibekuk di Jakarta hingga Cimahi
-
Diduga Tak Kuat Menampung Guyuran Hujan, Plafon SDN 05 Pademangan Timur Ambruk
-
Nadiem Hadapi Putusan Sela, Bebas atau Lanjut ke Sidang Pembuktian Kasus Korupsi Rp2,18 Triliun?
-
Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet
-
Kekerasan Anak Masih Tinggi, PPPA Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman