- Kemensos dan BGN mematangkan model baru program Makan Bergizi Gratis khusus lansia dan disabilitas.
- Distribusi makanan akan dilakukan oleh pendamping sosial Kemensos, sedangkan masakan disiapkan di SPPG.
- Program ini menyasar lansia dan disabilitas kelompok desil 1-5, khususnya yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Suara.com - Kementerian Sosial dan Badan Gizi Nasional makin mematangkan model baru pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Dalam skema yang disusun, makanan akan dimasak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), seperti MBG pada umumnya. Namun distribusinya dilakukan oleh pendamping sosial yang merupakan pekerja Kemensos.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebutkan, skema tersebut telah disetujui bersama dengan Kepala BGN Dadan Hindayana.
“Saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof. Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya,” ujar Gus Ipul, Kamis (26/2/2026).
“Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver,” lanjutnya.
MBG lansia sebenarnya pengembangan dari program Permakanan yang sebelumnya telah berjalan, di mana bantuan makanan siap santap bagi lansia dan penyandang disabilitas disalurkan melalui pendamping sosial dan kelompok masyarakat.
Lantaran diintegrasikan dengan program MBG nasional, sehingga diharapkan memperluas cakupan layanan sekaligus memastikan standar gizi lebih terukur.
Sasaran program adalah lansia dan penyandang disabilitas yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 hingga 5. Pemerintah memprioritaskan lansia rentan serta penyandang disabilitas berat yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menilai sinergi antara dapur gizi nasional dan jaringan layanan sosial Kementerian Sosial akan mempermudah jangkauan layanan bagi kelompok rentan.
Baca Juga: BGN Tegaskan Tak Ada Pembagian MBG Saat Sahur, Ini Jadwalnya Selama Ramadan
“Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 Km,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembagian peran antara BGN dan Kementerian Sosial memungkinkan proses penyediaan hingga distribusi makanan berjalan lebih efektif.
“Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya,” kata Dadan.
Skema tersebut diharapkan menjadi pintu perluasan MBG bagi kelompok rentan di luar penerima manfaat anak sekolah, sekaligus memastikan lansia dan penyandang disabilitas dengan keterbatasan mobilitas tetap memperoleh akses makanan bergizi secara langsung di tempat tinggal mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman
-
Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?
-
Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK
-
PERADI Profesional Ingatkan DPR, RUU HPI Harus Jaga Kedaulatan Nasional di Tengah Arus Global
-
KPK Pantau Kasus Febrie Adriansyah, Yakin Kejagung Profesional Usut Eks Jampidsus